Apa anda tahu bahwa project manager memiliki berbagai gaya kepemimpinan yang berbeda-beda?

Project manager dapat memimpin proyek dan tim yang dinaunginya dengan banyak cara. Cara-cara yang dipilih inilah yang kemudian merujuk pada gaya kepemimpinan yang dibawanya. Gaya kepemimpinan ini dapat bersifat personal, objektif, atau bahkan kombinasi dari berbagai gaya.

project manager

Gaya kepemimpinan ini juga memegang peran penting sebagai aspek potensial yang menentukan kesuksesan proyek. Dengan memahami gaya kepemimpinan yang dimiliki serta dampaknya, kehebatan seorang project manager dapat meningkat. Sayangnya, gaya kepemimpinan yang termasuk dalam soft skill ini tidak dapat dengan mudah diukur dalam satu dua situasi.

Untuk membahasnya lebih lanjut, berikut Tomps.id rangkum jenis gaya kepemimpinan project manager dan faktor yang mempengaruhinya di bawah ini.

Menurut Project Management Body of Knowledge (PMBOK), Ada beberapa faktor yang menentukan gaya kepemimpinan seorang project manager, beberapa diantaranya adalah:

  1. Leader characteristics (Karakteristik kepemimpinan), contohnya : etika, suasana hati, kebutuhan, keinginan, nilai-nilai, tingkah laku, dan lain-lain.
  2. Team member characteristics (Karakteristik anggota tim), contohnya: etika, suasana hati, kebutuhan, keinginan, nilai-nilai, tingkah laku, dan lain-lain.
  3. Organizational characteristic (Karakteristik organisasi), contohnya: tujuan, struktur, jenis pekerjaan, dan lain-lain.
  4. Environmental characteristics (Karakteristik lingkungan), contohnya: lingkungan sosial, status ekonomi, unsur politik, dan lain-lain.

1. Laissez-Faire

Dalam frasa bahasa Prancis, laissez-faire dapat diartikan sebagai “lepas tangan”. Gaya kepemimpinan project manager satu ini memang cenderung membiarkan saja tim memimpin diri mereka sendiri. Tim dibiarkan mengambil keputusan, menetapkan tujuan, dan menerapkan ide mereka sendiri dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 

Gaya kepemimpinan Laissez-Faire biasanya didasarkan pada nilai kepercayaan. Di satu sisi, gaya ini akan sangat baik dan cocok untuk diterapkan pada organisasi yang membutuhkan inovasi dan kreativitas, contohnya agensi dan start-up. Namun, gaya kepemimpinan ini juga dapat berdampak negatif dan mengurangi peluang kesuksesan proyek jika tim tidak benar-benar matang. Di situasi ini, tim bisa saja merasakan kurangnya keterlibatan dan tanggung jawab project manager.

 

2. Transactional (Transaksional)

“Anda melempar batu ke punggung saya, maka saya akan melakukan yang sama”, setidaknya ini adalah sedikit frasa yang menggambarkan gaya kepemimpinan satu ini. Gaya ini berfokus tujuan, umpan balik, dan pencapaian untuk menentukan penghargaan yang didapat seseorang. 

Seorang project manager dengan gaya transaksional biasanya akan cenderung kaku dalam menerapkan aturan, proses, dan prosedur. Mereka bahkan akan menerapkan sesuatu yang disebut reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) agar tim selalu disiplin dalam menerapkan nilai-nilai yang dibuatnya. 

Sisi positifnya, gaya yang diistilahkan pertama kali oleh Max Weber pada 1947 ini dapat berjalan efektif untuk memotivasi tim dalam mengerjakan proyek jangka pendek. Namun, gaya ini nampaknya tidak terlalu sesuai jika dihadapkan pada proyek yang berkelanjutan atau jangka panjang. Karena itu, gaya ini memang umumnya digunakan pada level manajemen menengah. 

 

3. Servant (Pelayan)

Apa anda cenderung mengutamakan kepentingan tim dibanding keinginan pribadi? Kalau begitu anda mungkin termasuk golongan dengan gaya kepemimpinan servant (pelayan). Seorang project manager dengan gaya ini biasanya memiliki ciri-ciri seperti: fokus pada orang lain, pertumbuhan, pembelajaran, kesejahteraan bersama, orientasi pada hubungan, dan kolaborasi tim.

Dipopulerkan oleh Robert K. Greenleaf pada 1970, gaya kepemimpinan servant biasanya secara personal memprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan tim dalam pekerjaannya. Karena kuat pada jalinan personal, gaya ini dapat menciptakan hubungan yang kuat antara project manager atau pemimpin dengan tim atau bawahannya. Gaya kepemimpinan servant salah satunya akan cocok diterapkan di lembaga pemerintahan. 

 

4. Transformational (Transformasional)

Gaya leadership project manager selanjutnya adalah transformasional. Gaya kepemimpinan ini memiliki ciri-ciri seperti: memberdayakan tim melalui atribut dan perilaku yang ideal, motivasi inspirasional, mendorong pada inovasi dan kreativitas, dan pertimbangan individu. Dari banyak ciri di atas, karakteristik utama pada gaya kepemimpinan transformasional adalah pada inspirasi.

Project manager dengan gaya ini cenderung akan menginspirasi tim dengan visi misi bersama tentang tujuan ke depan. Mirip namun berbeda dengan gaya karismatik, gaya transformasional memberikan inspirasi melalui visi dan misi utama organisasi, bukan pada aspek kepribadiannya. Dalam lingkungan kepemimpinan seperti ini, biasanya tim akan sangat proaktif, antusias, inovatif, dan berkomitmen tinggi, sehingga pengawasan yang ketat tidak diperlukan. 

 5. Charismatic (Karismatik)

Daya magnetis utama pada gaya kepemimpinan karismatik adalah pada kepribadian atau pesona si pemimpin, atau dalam hal ini project manager. Ciri utama pemimpin dengan gaya karismatik antara lain: berenergi tinggi, antusias, memiliki keyakinan kuat, dan percaya diri. Ciri-ciri kepribadian ini kemudian membawa kekuatan persuasif untuk tim atau pengikutnya. 

Gaya kepemimpinan karismatik bisa kita lihat pada tokoh agama, aktivis, tokoh, hingga tokoh politik, namun juga tak menutup kemungkinan untuk terlihat dalam lingkup bisnis. Meski terkesan memiliki kekuatan secara personal, proyek dengan gaya kepemimpinan ternyata bisa sangat riskan. Jika tim terlalu berfokus pada sosok karismatik pemimpinnya, proyek bisa saja terganggu jika terjadi pergantian pemimpin. Namun, gaya kepemimpinan karismatik bisa sangat efektif jika dikombinasikan dengan pilihan gaya seperti demokratis, konsensus, dan pembinaan atau pemberdayaan.

6. Interactional (Interaksional)

Gaya kepemimpinan project manager yang satu ini bisa dikatakan gabungan dari transaksional, transformasional, dan karismatik. Project manager dengan gaya interaksional mempertimbangkan berbagai variabel seperti lingkungan kerja, budaya perusahaan, tantangan pasar, konflik dan kompleksitas, dan pengaruh para pemimpin terhadap bisnis.

Mereka kemudian menggunakan mempertimbangkan bahwa pengaruh mereka akan berdampak maksimal jika digunakan ketika individu berinteraksi dengan situasi tertentu. Ada dua model interaksi yang dilakukan oleh project manager dengan gaya ini, yakni relationship-oriented (berdasarkan hubungan) dan task-oriented (berdasarkan tugas).

Itu dia ulasan lengkap mengenai gaya kepemimpinan project manager yang penting untuk anda ketahui. Apakah sudah mengetahui gaya kepemimpinan anda termasuk jenis yang mana?

Perbaharui selalu informasi terkini tentang manajemen proyek di sini bersama Tomps.id, your project management solution!