Mitos metode kanban yang keliru ternyata masih banyak dipercayai beberapa kalangan. Padahal, ada banyak manfaat yang bisa dipetik dari management tools yang satu ini, lho!

Kanban adalah sebuah metode manajemen proyek yang populer digunakan. Cara kerja Kanban adalah lewat visualisasi menggunakan papan, kolom, dan kartu untuk mengelola tugas dan alur kerja agar lebih efektif. Lewat Kanban, seluruh anggota tim termasuk project manager dan para stakeholder proyek dapat melihat pekerjaan mana saja yang belum, sedang, atau sudah selesai dikerjakan.

Namun, berbicara tentang Kanban ternyata tidak lepas dari beberapa mispersepsi atau mitos salah yang mengelilinginya. Agar tidak berlarut-larut keliru mengartikannya, simak 3 mitos tentang Kanban yang ternyata salah di bawah ini, yuk!

  1. Kanban Bukan Sebuah Workflow Method, Melainkan Process Improvement Tool

Melalui Kanban, transparansi pergerakan proyek memang diperjelas dengan informasi mengenai daftar pekerjaan mana yang belum, sedang, dan selesai dikerjakan. Namun, hal ini tidak membuat Kanban disebut sebagai metode alur kerja (workflow method), melainkan sebuah alat pelacak perkembangan tugas (process improvement tool). Hal ini karena Kanban hanya membantu anda mengetahui sejauh mana pekerjaan anda terselesaikan melalui visualisasi papan kerja, bukan cara bagaimana menyelesaikan pekerjaan anda.

  1. “Kanban Itu Kaku, Keras, dan Tidak Membiarkan Kita Bernafas”

Papan Kanban memang membuat seluruh progres pekerjaan anggota tim terlihat. Hal ini yang kemudian membuat Kanban dinilai kaku dan tidak membiarkan para anggota tim ‘bersembunyi’ untuk beristirahat. Padahal, Kanban tidak dibuat dengan maksud demikian.

Sebenarnya, dalam kasus ini para anggota tim harus memahami adanya transparansi justru memungkinkan adanya kolaborasi antar tim menjadi lebih baik. Jadi, metode Kanban bukan dibuat untuk menghukum anggota tim yang terlihat ‘tidak memiliki tugas’, tapi untuk mengoptimalkan progres pengerjaan proyek secara keseluruhan.

  1. “Kanban Itu Mudah Dikuasai dan Diimplementasikan, Kok!”

Ya, konsep utama Kanban memang terdengar sederhana. Tapi jangan dulu meremehkan kerumitan yang ada dalam Kanban, ya!

Hal ini karena Kanban bukan hanya sebuah metode memindahkan catatan sticky notes anda di papan tulis satu ke papan tulis lainnya. Bukan juga hanya soal memvisualisasikan posisi progres pekerjaanmu saat ini untuk mengetahui sisa pekerjaan mana yang belum terselesaikan. Dalam Kanban, terdapat tools observasi dan identifikasi masalah yang membuatnya tidak bisa dikatakan lebih mudah dari metode Scrum maupun Agile. Namun, salah satu hasilnya adalah rasa percaya diri anda dan tim yang dapat meningkat. Hal ini karena Kanban mendorong anda untuk cermat dan berani membuat keputusan dan perubahan besar berdasarkan data nyata yang ada di lapangan.

Itu dia 3 mitos metode Kanban yang ternyata salah dan harus anda ketahui. Ketahui lebih banyak wawasan tentang manajemen proyek di sini bersama Tomps.id, yuk!