Teman Tomps, apa anda tahu apa saja tahapan manajemen proyek? Kalau belum tahu jawabannya, pahami dulu apa itu 6 tahapan penting manajemen proyek di bawah ini, yuk!

tahapan manajemen proyek

5 Tahapan Manajemen Proyek

Berikut tahapan-tahapan kegiatan manajemen proyek yang harus dilalui sebuah proyek:

1. Project Initiation Phase (Tahap Inisiasi Proyek)

Pada tahap ini, sebuah proyek secara resmi dimulai, diberi nama, dan dideskripsikan. Karenanya, anda harus membuat sebuah catatan besar yang berisikan informasi rinci seperti ruang lingkup proyek, tujuan, penunjukkan project manager, besaran anggaran, jadwal kerja, dan lain-lain. Selain itu, anda juga harus mengidentifikasi stakeholder penting yang terlibat dalam proyek ini.

2. Project Planning Phase (Tahapan Perencanaan Proyek)

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini antara lain membuat struktur rincian kerja, menetapkan jadwal, tenggat waktu pengerjaan tugas, membuat milestone atau gantt chart, memperkirakan dan mencadangkan sumber daya, mencatat tanggal pengiriman penting, hingga membangun pola komunikasi yang baik dengan para stakeholder.
Selama tahap ini, akan ada kemungkinan perubahan ruang lingkup proyek yang sudah ditentukan di tahap sebelumnya. Namun, project manager harus menyetujui lebih dulu perubahan itu. Dalam tahap ini pula, project manager juga bertanggung jawab untuk memberikan visualisasi struktur rincian kerja dengan berbagai divisi berbeda secara jelas kepada seluruh tim.

3. Project Execution Phase (Tahap Pelaksanaan Proyek)

Pada tahap inilah proses pengerjaan proyek benar-benar berjalan. Sebagai project manager, tugas anda dalam tahap ini adalah memastikan alur kerja tetap efisien dengan memantau kerja tim dengan cermat. Selain itu anda juga harus secara konsisten memelihara komunikasi kolaboratif yang baik dengan stakeholder dan memastikan bahwa proyek berjalan dengan baik. Untuk mempermudah pekerjaan anda di tahap ini, bantuan aplikasi manajemen proyek akan sangat meringkas waktu dan tenaga anda untuk memantau jalannya proyek secara real time.

4. Project Monitoring & Control Phase (Tahap Pemantauan dan Pengendalian Proyek)

Tahap monitoring ini berjalan bersamaan dengan tahap executing untuk memastikan bahwa tujuan dan hasil proyek yang diinginkan terpenuhi. Oleh karena itu, anda harus memastikan tim bekerja dengan menetapkan Critical Success Factors (CSF) dan Key Performance Indicators (KPI). Dalam tahap ini, anda juga harus memantau pekerjaan yang berjalan dan biaya yang dikeluarkan secara kuantitatif. Hal ini untuk memastikan bahwa pengerjaan proyek sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.

5. Project Closure Phase (Tahap Penutupan Proyek)

Terakhir, tahap project closure adalah kegiatan memberikan penilaian atau evaluasi terhadap hasil akhir proyek dan apresiasi kepada setiap anggota tim yang sudah bekerja sama. Selain itu, laporan proyek secara terperinci harus dilengkapi untuk nantinya disimpan di tempat yang aman dan dapat diakses kembali oleh project manager.


Teman Tomps, itu dia 5 tahapan manajemen proyek yang penting untuk anda ketahui. Ketahui lebih banyak wawasan tentang manajemen proyek di sini bersama aplikasi manajemen proyek Tomps.id!