Apa anda saat ini sedang mencari kontraktor yang tepat untuk mengelola proyek anda? Sebelum memutuskannya, simak 9 cara memilih kontraktor berkualitas berikut ini!

Dalam sebuah proyek, memilih kontraktor yang tepat adalah salah satu keputusan konstruksi terpenting yang akan anda buat. Memilih kontraktor yang tepat tidak hanya tentang proyek yang selesai dan sesuai yang anda inginkan, namun juga tentang proses didalamnya. 

Memilih kontraktor yang baik dapat memastikan, bahkan menggaransikan, hasil proyek yang berkualitas, pengeluaran anggaran yang sesuai, hingga penyelesaian yang sesuai jadwal. Sedangkan, memilih kontraktor yang salah dapat memicu mimpi buruk seperti keterlambatan, pekerjaan di bawah standar, dan bahkan masalah hukum. 

Berikut ini Tomps.id rangkum 9 pertanyaan yang harus anda tanyakan saat memilih kontraktor yang tepat untuk proyek anda!

kontraktor

1. “Berapa lama pengalaman anda dan apakah anda memiliki pengalaman dalam mengelola proyek semacam ini?”

Memilih kontraktor yang sudah memiliki pengalaman dalam mengelola proyek dengan baik tentu menjadi pilihan yang aman untuk anda. Jadi, pastikan untuk menggali informasi sudah selama apa kontraktor tersebut sudah aktif di profesi ini dan bagaimana kisah suksesnya dalam proyek sebelumnya. 

Namun tak hanya itu, anda juga penting untuk memastikan bahwa kontraktor tersebut bukan cukup berpengalaman dalam mengelola berbagai proyek, namun juga mengelola jenis proyek anda saat ini. Tentu saja, hal ini karena tidak semua proyek memiliki cara pengelolaan yang sama, apalagi jika jenisnya berbeda-beda. Misalnya seperti konstruksi properti, pertambangan, agrikultur, atau kemaritiman. Jadi, akan lebih baik jika kontraktor yang anda pilih memiliki pengalaman juga dengan jenis proyek anda saat ini. 

2. “Apakah ada rekomendasi dari klien sebelumnya?”

Hal satu ini sangatlah penting, namun seringkali terlewat untuk dikonfirmasi. Sebelum memutuskan memilih kontraktor yang tepat, pastikan untuk menanyakan referensi dari klien mereka sebelumnya. Anda juga dapat meminta kontak klien mereka yang terdahulu untuk dapat menanyakan langsung bagaimana kinerja mereka saat bekerja sama dengan klien-klien ini. 

Dengan informasi ini, anda dapat mengetahui lebih banyak informasi tentang kontraktor tersebut. Mulai dari bagaimana ia berhubungan dengan klien dan tim, bagaimana kualitas komunikasinya, apakah ia dapat menyerap anggaran yang dialokasikan, apakah ia dapat menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, dan apakah ia cukup kredibel untuk mengelola proyek anda. 

3. “Apakah anda sudah berlisensi?”

Jika kontraktor yang anda temui benar-benar profesional, maka ia seharusnya telah memiliki lisensi resmi. Lisensi adalah cara untuk mendapatkan pengakuan resmi dan jaminan bahwa kontraktor tersebut benar-benar telah memiliki pengalaman, pemahaman, dan kriteria penting lainnya untuk menawarkan jasanya. Dalam perspektif yang luas, memilih kontraktor yang berlisensi berpeluang untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya dalam sebuah proyek. Dalam beberapa kasus, kontraktor yang berlisensi bahkan berani memberikan anda asuransi keselamatan selama proyek digarap. 

4. “Jika saya setuju untuk bekerja sama dengan anda, apa ada proyek lain yang sedang anda kerjakan?”

Pertanyaan satu ini juga penting untuk anda tanyakan. Beberapa kontraktor memang kebanyakan dapat mengelola berbagai proyek dalam waktu yang sama atau berdekatan. Masalahnya, bagaimana mereka dapat menjamin bahwa mereka tetap dapat fokus dan bekerja maksimal untuk proyek anda jika di saat bersamaan juga mengendalikan proyek di lokasi lain? Hal inilah yang perlu anda konfirmasi di tahap awal perkenalan. 

Anda tentu tidak menginginkan kontraktor yang terlalu sibuk dengan pekerjaan lain sampai-sampai tidak memiliki cukup waktu untuk menilai kemajuan proyek, bukan? Sebaliknya, anda membutuhkan kontraktor yang selalu siap sedia dan dapat membantu menyelesaikan proyek sesuai yang anda inginkan, karena prioritas itu penting!

5. “Apa anda akan ke lokasi proyek setiap hari?”

Bayangkan jika kontraktor anda jarang mengawasi perkembangan proyek di lapangan karena sibuk mengelola proyek lain. Akhirnya, pekerjaan para subkontraktor bisa tidak terkontrol sehingga rawan terjadi masalah di kemudian hari yang menguras lebih banyak tenaga, waktu, dan biaya. Pasti merugikan dan menjengkelkan, bukan?

Meskipun kontraktor anda memiliki proyek lain yang sedang berjalan, pastika ia tetap mengalokasikan cukup waktu untuk mengawasi proyek anda. Karena terkadang kontraktor mungkin mempekerjakan manajer proyek jika mereka tidak dapat hadir di lapangan. Jadi, anda harus tahu siapa yang akan mengawasi proyek secara berkala sebelum menyewa jasa mereka.

6. “Apakah ada garansi yang ditawarkan?”

Bayangkan jika setelah proyek anda selesai dan produk sudah dipindah-tangankan, tiba-tiba kualitas produk tersebut berubah setelah sepekan. Sedangkan, dalam kontrak tidak disebutkan bahwa kontraktor bertanggung jawab pada kualitas produk setelah proyek selesai. Akhirnya, anda harus melakukan perbaikan baru yang memakan lebih banyak biaya. Bisa merepotkan, bukan? Karena itu, adanya garansi dari kontraktor juga penting untuk anda konfirmasikan. 

Garansi di sini diartikan sebagai jaminan tertulis dari kontraktor yang menguraikan jenis pertanggungan yang akan mereka berikan dalam jangka waktu tertentu. Ini penting, karena anda mungkin mengalami masalah di kemudian hari atau memerlukan bantuan profesional untuk memperbaiki masalah tersebut. Namun, jika anda memiliki garansi yang valid, maka anda dapat menghubungi kontraktor yang sama untuk memperbaiki masalah tersebut secara gratis. Meski begitu, pastikan anda sudah membaca dan memahami syarat dan ketentuan perlindungan garansi yang ditawarkan, ya!

7. “Apa anda juga bekerja dengan subkontraktor? Siapa saja mereka?”

Sebagian besar kontraktor umumnya memang mempekerjakan subkontraktor lain jika mereka memiliki banyak pekerjaan. Namun, informasi dari subkontraktor ini harus anda ikut ketahui karena mereka jugalah yang akan mengerjakan proyek anda. Jangan sampai, anda memilih kontraktor yang cukup baik namun mereka bekerja dengan subkontraktor yang tidak berkualitas di proyek anda. Jika kontraktor akan menggunakan subkontraktor, pastikan mereka memiliki reputasi baik, memiliki lisensi profesi yang sesuai, dan perlindungan asuransi sebelum memegang proyek anda.

8. “Bagaimana jadwal pembayaran yang anda tawarkan?”

Tips penting lainnya saat memilih kontraktor adalah lewat bagaimana jadwal pembayaran yang mereka tawarkan. Jadwal pembayaran dapat memperlihatkan status keuangan dan etos kerja kontraktor tersebut. Jika mereka ingin setengah dari tawaran dibayar di muka, mereka mungkin memiliki masalah keuangan atau khawatir anda tidak akan membayar sisanya setelah melihat pekerjaan mereka. Dalam proyek besar, jadwal pembayaran umumnya dimulai dengan 10% pada saat penandatanganan kontrak, 25% saat proyek mulai berlangsung dan dibayarkan dalam tiga waktu bertahap, dan 15% ketika seluruh project requirement berhasil dicapai.

9. “Apakah anda setuju untuk menandatangani kontrak resmi?”

Hindari memilih kontraktor yang tidak mau menandatangani kontrak. Alasannya, karena kontrak sangat penting dan merupakan dokumen hukum yang melindungi anda dan kontraktor itu sendiri karena didalamnya terurai seluruh lingkup, tanggung jawab, hak, dan kesepakatannya lainnya dari sebuah proyek. Tak hanya itu, kontrak juga melindungi kesepakatan mengenai alokasi anggaran, waktu, layanan yang ditawarkan, garansi, dan lain-lain. Jika kontraktor anda tidak mau menandatangani kontrak, maka disarankan untuk mencari kontraktor lain guna menghindari masalah di kemudian hari.

Itu dia 9 cara untuk memilih kontraktor proyek yang tepat dan berkualitas sehingga membawa banyak manfaat untuk anda. Sebelumnya, apa anda pernah memiliki pengalaman memilih kontraktor yang ternyata mengecewakan?

Perbaharui selalu informasi terkini tentang manajemen proyek di sini bersama Tomps.id, your project management solution!