Pernah mendengar istilah project sustainability? Salah satu contoh dari jenis proyek ini bisa anda temukan dengan baik dalam gelaran Olimpiade Tokyo 2020

Setelah tertunda karena pandemi Covid-19, Olimpiade Tokyo 2020 (Tokyo 2020 Olympics) akhirnya resmi digelar. Dalam gelarannya ini, Jepang secara total mewujudkan tema utama yang diangkatnya, “Be better, together – For the planet and the people”.

Jepang bahkan kompak mengajak warganya sejak 2019 lalu untuk berpartisipasi mengumpulkan sampah daur ulang yang akan disulap menjadi 5.000 medali kejuaraan. Tak hanya itu, ada berbagai project sustainability atau green project lainnya dalam olimpiade ini yang juga tak kalah mengesankannya.

olimpiade tokyo

Olimpiade Tokyo memiliki target menantang pada gelarannya tahun ini. Ya, mereka ingin menurunkan emisi CO2 di jalan dengan menargetkan 100% kendaraan peserta, baik mobil hingga bus, selama olimpiade menggunakan kendaraan rendah polusi dan hemat bahan bakar.

Pemerintah Jepang bekerja ekstra untuk mencapai hal ini menggunakan sel bahan bakar dan jenis kendaraan hibrida plug-in (kendaraan listrik hibrida yang baterainya dapat diisi ulang dengan menancapkannya ke sumber daya listrik eksternal, serta oleh mesin dan generatornya). Jepang berharap penggunaan kendaraan rendah polusi dan hemat bahan bakar ini akan memastikan intensitas emisi CO2 rata-rata (g-CO2/km) pada kendaraan yang digunakan selama Olimpiade Tokyo berlangsung berada pada tingkat rendah.

Pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade dan Paralimpiade, seluruh medali dalam Tokyo 2020 dibuat sampah daur ulang. Setidaknya, ada 78.985 ton perangkat elektronik kecil dan 6,21 juta sampah ponsel yang terkumpul sejak April 2017 hingga Maret 2019 untuk membuat 5.000 medali dalam ajang olahraga satu ini.

Bukan hanya medali, obor Olimpiade Tokyo 2020 dan seragam para pembawanya juga terbuat dari botol plastik dan aluminium daur ulang. Bekerja sama dengan produsen minuman ringan, panitia mengumpulkan botol-botol plastik dan aluminium untuk membuat obor dan pakaian yang ramah lingkungan. Two thumbs up!

Masyarakat Jepang juga diajak untuk menyumbangkan produk sampah plastik rumah tangga daur ulang, termasuk sampah plastik laut, untuk membuat podium olimpiade. Hal ini juga mencatatkan Tokyo 2020 Olympic sebagai yang pertama kali dalam sejarah Olimpiade dan Paralimpiade menggunakan podium dan medali dari sampah plastik daur ulang. Warga yang ingin menyumbangkan plastik bekas pakainya dapat menemukan parkir wadah yang tersedia di lebih dari 2.000 ritel di seluruh kota Jepang. 

Berupaya untuk menggaungkan olimpiade minim karbon, Jepang memilih untuk menggunakan energi listrik yang berasal dari 100% energi terbarukan. Salah satu sistem yang digunakan adalah sistem pembangkit tenaga surya. Beberapa lokasi yang mulai menerapkan sistem ini diantaranya Desa Atlet, International Broadcasting Centre (IBC), dan Main Press Centre (MPC). Tak hanya itu, sistem energi terbarukan juga terpasang di Stadion Olimpiade, Ariake Arena, dan Pusat Akuatik Tokyo. 

Puluhan ribu pengunjung diperkirakan hadir, Jepang pun memprediksikan akan banyaknya sampah yang akan dihasilkan oleh para pengunjung ini. Mulai dari sampah makanan, sampah plastik kemasan, kantong plastik sekali pakai, dan lain-lain.  Untuk mengatasinya, Tokyo 2020 menargetkan akan mendaur ulang limbah yang dihasilkan dari pengoperasian olimpiade hingga 65%.

Olimpiade Tokyo 2030 juga tak henti membuat kagum dengan memanfaatkan sumber daya air secara efektif dengan mendaur-ulang air hujan. Tidak hanya itu, rumput stadion juga terbuat dari bahan baku yang dapat ditanami kembali. Desain stadion baru dalam Olimpik tahun ini juga membuat penggunaan air lebih hemat hingga 66% dibandingkan dengan desain stadion sebelumnya. 

Selain Stadion Hoki Oi yang sudah lebih dulu menerapkan sistem daur ulang air hujan, total akan ada lima tempat lain yang menerapkan sistem ramah lingkungan ini. Seperti Ariake Arena, Sea Forest Waterway, Tokyo Aquatics Centre, Kasai Canoe Slalom Centre dan Yumenoshima Park Archery Field.

Menurut APM Body of Knowledge 7th Edition, sustainability (keberlanjutan) dalam manajemen proyek adalah sebuah pendekatan bisnis yang menyeimbangkan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial dari pekerjaan berbasis proyek yang tentu harus mementingkan keinginan stakeholder namun tanpa membebani generasi mendatang. 

Project sustainability melibatkan keseimbangan berbagai aspek. Seperti aspek lingkungan (perubahan iklim), masyarakat (komunitas), ekonomi (daya beli), hingga kesehatan dan keamanan. Ketika terjadi keseimbangan pada elemen-elemen ini dalam proyek yang sedang kita kerjakan, maka kita dapat disebut telah membangun sebuah keberlanjutan (sustainability) dalam proyek tersebut. 

Bisa dibayangkan bahwa mengelola sebuah project sustanaibilty tentu tidak sederhana, bukan? Termasuk dengan yang saat ini pemerintah Jepang lakukan dalam gelaran Olimpiade Tokyo 2020 saat ini. 

Terlepas dari rumitnya berbagai elemen yang harus diseimbangkan dalam project sustainability, proyek sendiri memang sudah dikenal sebagai sebuah pekerjaan yang rumit, melelahkan, namun menantang. Untuk menghadapi tantangan ini, Tomps, professional project management tools siap membantu anda mempermudah berbagai aktivitas proyek yang melelahkan. 

Klik di sini untuk mengetahui mengapa Tomps harus digunakan di seluruh proyek anda!

Perbaharui selalu informasi terkini tentang manajemen proyek di sini bersama Tomps.id, your project management solution!