Apa anda sedang dihadapkan dengan tawaran proyek besar? Kalau iya, jangan buru-buru tergiur untuk menerimanya, ya!

Belajar dari iPhone dan Google Glass, berbagai aspek memiliki andil besar dalam menentukan proyek ini akan sukses besar atau bahkan gagal total. Ya, pada 2013 lalu Google resmi meluncurkan Google Glass. Sayangnya, hanya dua tahun berselang Google Glass diumumkan berhenti diproduksi dan menutup semua akun media sosialnya dengan alasan ingin melakukan riset strategi kembali. Sebagai perbandingan, ada proyek iPhone dari Apple yang baru diterima Steve Jobs pada 2004 setelah tiga tahun menunggu. Selama waktu itu, Steve Jobs memilih untuk lebih dulu mengembangkan iTunes, mengonsolidasikan iPod, hingga mengeksplorasi lebih jauh konsep dari ponsel cerdas.

Dari kedua kasus di atas, dapat terlihat bahwa ada banyak aspek dan kesiapan yang harus anda penuhi ketika berencana menerima sebuah proyek. Jika masih bingung, coba untuk jawab 6 pertanyaan sebelum menerima tawaran proyek besar ini pada diri anda sendiri, yuk!

1. Apakah sudah ada kompetitor sejenis sebelumnya?

Penting untuk mengetahui sejauh mana pasar untuk produk atau layanan pada proyek yang ditawarkan pada anda. Karena itu, gali sedalam mungkin masalah apa yang sedang dialami target market ada dan bagaimana produk atau layanan anda dapat memecahkannya. Selain itu, keberadaan pesaing apalagi yang sudah lebih dulu besar harus membuat anda mencari celah akan ide kreatif yang belum mereka miliki sebelumnya. Harus menjadi perhatian, semakin baru ide yang ingin anda rancang, maka akan semakin banyak waktu yang dibutuhkan di ujung bahwa kurva S. Karenanya, jangan terburu-buru menerima tawaran proyek ini, ya! 

2. Apakah proyek ini berada dalam ranah anda?

Selanjutnya, anda juga harus mengetahui apakah proyek yang ditawarkan ini on the track di bidang yang anda geluti, atau justru melenceng jauh. Alasannya, semakin jauh ranah proyek dengan bidang yang anda geluti, maka akan banyak waktu yang dihabiskan untuk mempelajari ranah baru tersebut. Hal ini juga akan mempengaruhi stabilitas kurva S jika anda juga memiliki proyek lain yang sudah berjalan di luar sana.

3. Apakah anda sudah mengetahui ruang lingkup proyek dan bagaimana gambaran realisasinya nanti?

Baru mengetahui kejelasan dari gambaran proyek kurang dari 50% saja? Artinya, anda harus menahan diri untuk menerimanya dengan segera. Akan lebih baik untuk memilih mempelajarinya lagi proyek yang ditawarkan tersebut hingga 100%. Hal ini penting untuk membuat alur pengerjaan proyek ini stabil dan efektif.

4. Berapa nilai investasinya?

Dengan mengetahui nilai investasi dari sebuah proyek, maka anda dapat mengetahui sebesar dan sejauh mana sumber daya yang diperlukan. Sumber daya yang dimaksud bisa mencakup besaran nilai keuangan, pekerja, keahlian yang dibutuhkan, dan lain sebagainya.

5. Apakah proyek ini adalah sesuatu yang anda kuasai dan ingin lakukan?

Salah satu yang harus menjadi pengingat, proyek adalah sesuatu yang mahal dan bahkan biaya yang dikeluarkan bisa lebih tinggi dari perencanaan awal. Bukan hanya dalam ranah finansial, namun juga dalam segi sumber daya dan waktu. Oleh karenanya, penting untuk melakukan klarifikasi pada diri sendiri apakah proyek ini adalah sesuatu yang anda kuasai dan memang ingin anda lakukan.

6. Kapan tenggat waktunya?

Tenggat waktu untuk sebuah proyek selesai juga harus jadi sesuatu yang anda pertimbangkan matang-matang. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, adanya kompetitor besar yang menuntut inovasi besar, pengetahuan di ranah terkait, adanya proyek lain yang juga dipegang, hingga keinginan untuk menjalankan proyek ini akan memengaruhi kurva S. Jadi, pastikan bahwa anda siap menjalankan dan menyelesaikan proyek besar yang ditawarkan ini sesuai tenggat waktu yang direncanakan, ya!

Apakah sudah menemukan jawaban atas penawaran proyek besar yang diberikan pada anda?

Ketahui lebih banyak wawasan tentang manajemen proyek di sini bersama Tomps.id, yuk!