Pemandangan Objek Wisata Labuan Bajo

TOMPS, aplikasi digital milik PT Telkom Indonesia (Persero), dipercaya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan, dalam integrasi percepatan dan pengawasan proyek pada 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Kelima kawasan pariwisata yang masuk proyek ini adalah Danau Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, serta Manado-Bitung-Likupang.

Direktur Digital Business PT Telkom Indonesia, Muhamad Fajrin Rasyid, mengatakan, aplikasi sistem monitoring berbasis Geographic Information System (GIS) tersebut akan mengintegrasikan informasi masing-masing proyek DPSP per wilayah ke dalam satu platform yang disebut TOMPS.

“Telkom terus mendukung program-program digitalisasi Indonesia, salah satunya melalui sistem GIS TOMPS dalam proyek 5 DPSP pemerintah ini. Kami berharap dengan memanfaatkan TOMPS dapat membawa banyak perbaikan dan kemajuan dalam efisiensi dan efektivitas pengelolaan proyek serta dapat menjadi acuan pada proyek-proyek pemerintah selanjutnya,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (29/09/2021).

Pemandangan Objek Wisata Danau Toba

Melalui Rapat Koordinasi Dewan Pengarah 5 DPSP pada Selasa (24/8/2021), Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengarahkan percepatan proyek DPSP ini. Bukan tanpa alasan, proyek ini ternyata akan disiapkan sebagai bagian dari rangkaian acara internasional Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2022 mendatang.

Pemerintah sendiri resmi menggelar proyek 5 DPSP sebagai bagian program “10 Bali Baru” yang dicanangkan pemerintah yang tidak hanya bertujuan sebagai daya tarik wisatawan, namun juga meningkatkan ekosistem ekonomi kreatif dalam negeri.

Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan berkat pengembangan pada sistem unggulan TOMPS, yakni Project Delivery Monitoring, Controlling, dan Project Geographical Area.

“Rencananya, sistem TOMPS GIS ini akan dirilis pada akhir September 2021 mendatang. Ke depannya, TOMPS berharap sistem project monitoring ini dapat diimplementasikan di seluruh kementerian dan instansi pemerintahan lainnya agar membawa banyak manfaat dalam hal mempermudah pengelolaan berbagai proyek negara,” tambahnya.  

Arif Fajaruddin selaku CEO TOMPS menjelaskan, aplikasi TOMPS memuat informasi pembangunan seperti total serapan anggaran,  kategori proyek, realisasi fisik, kendala, hingga status proyek terkini di lapangan yang disertai evidence (bukti) secara real-time.

 

“Nantinya aplikasi Tomps ini akan digunakan oleh seluruh anggota Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata dan 2 DPSP. Tujuan utamanya adalah untuk mendukung kemudahan monitoring kemajuan pekerjaan infrastruktur dalam proyek ini dalam sistem GIS yang terintegrasi,” ujarnya.

 

TOMPS sendiri adalah project management tools berbasis mobile dan web yang mengedepankan kemudahan dalam mengelola proyek. Caranya, melalui supervisi online yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja secara real-time dan transparan.

Berdiri pada 2017 lalu, kini TOMPS berhasil dipercaya oleh berbagai pengembang untuk mengelola dan menyukseskan proyek mereka. Di antaranya adalah PT Telekomunikasi Indonesia, PT Metra-Net, , Ank-Infratek, PT Tekken Pratama, PT Dadali Citra Mandiri, PT Technology Karya Mandiri, PT Mitra Ciptasarana, PT Hikmah Alam Sentosa, dan masih banyak lagi.

Rendi Muharmoko, Team leader Maintenance Corrective PT Telkom Akses Tarakan, mengatakan bahwa pekerjaan monitoring proyek menjadi kian mudah dan cepat dengan adanya TOMPS.

“Jadi dulu harus manual, harus buka GDocs, harus pake Excel ditulis satu-satu, misalkan hari ini kerjanya sampe mana dicatet manual di Excel,” ujarnya,

“Waktu diminta sama atasan “kamu harus upload ini ya, harus monitoring project ini”. Karena menggunakan Tomps,  waktunya lebih cepet lah, gak lagi kita satu-satu. Tinggal download – monitoring – upload mana saja yang sudah dikerjakan dan terbaca semua di dashboard itu. Jadi cepatlah waktunya,” tambahnya.

 

Sebagai sebuah start-up, inovasi adalah harga mati bagi TOMPS. Karena itu, TOMPS selalu melakukan iterasi validasi untuk mendapatkan prototipe terbaik sesuai kebutuhan pengguna.  Baik dari sisi fungsionalitas, maupun visualisasi yang agile. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan misi utamanya, yakni “The most valuable project management in Indonesia.”