By Published On: 10 April 2022Categories: Artikel5,3 min read
urgensi manajer proyek

Berdasarkan data, tahun 2021 pemerintah menyelesaikan pembangunan 24 infrastruktur yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi mencapai Rp 125,9 triliun rupiah. Pada tahun 2020, proyek PSN yang selesai dibangun sebanyak 12 proyek dengan nilai investasi Rp 123,1 triliun. Jumlah PSN yang selesai dibangun pada tahun 2021 masih kalah jauh dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Pada tahun 2019, jumlah proyek PSN yang selesai dibangun mencapai 30 proyek dengan nilai Rp 165,3 triliun sementara pada tahun 2018 sebanyak 32 proyek dengan nilai Rp 207, 4 triliun. Sejalan dengan pesatnya pembangunan infrastruktur Indonesia, hal mendasar yang perlu ikut berkembang adalah orang-orang yang berada dibalik pembangunan infrastruktur tersebut. Sebuah proyek pembangunan infrastruktur tidak akan bisa berjalan sesuai perencanaan tanpa adanya kompetensi manajer proyek yang baik. Agar proyek berjalan sesuai perencaan, berikut hal-hal yang perlu Tom-Mates pahami :

Ā 

Profesionalisme

Profesionalisme menurut Morris (Sudarto 2001) adalah memiliki hal-hal sebagai berikut:

Metode profesionalĀ 

Pada dasarnya metoda melibatkan kompetensi seseorang di suatu bidang yang diperoleh melalui proses pendidikan formal dan pengalaman kerja. Menurut Clark V. Baker (Sudarto 2001), bahwa tindakan profesional harus kompeten, dan orang yang profesional bekerja atau menerapkan sesuai dengan apa yang diketahuinya sesuai dengan lingkup pendidikan atau pengalamannya. Aspek tanggung jawab profesionalisme adalah dedikasi dan keinginan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Biasanya profesional memiliki pendidikan teknik di bidang pengetahuan tertentu dan menerapkan pengetahuan ini dalam jasanya kepada masyarakat.

Status profesionalĀ 

Status profesional diartikan bahwa seseorang memperoleh penghargaan atau pengakuan tertentu di bidang yang digelutinya, atau orang tersebut telah memenuhi persyaratan profesi.

Standar profesionalĀ 

Standar melibatkan legal dan ethical restraints dan bersumber dari hukum negara, dan peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan profesionalisasi. Mengenai tanggung jawab profesi, bahwa rekayasawan profesional harus mengikuti peraturan dan standar yang berlaku sesuai dengan hukum negara dan peraturan lokal.

Karakter profesionalĀ 

Karakter seseorang merupakan aspek profesionalisme yang terakhir. Dengan melalui berbagai situasi seseorang akan teruji apakah orang tersebut benar-benar profesional.

Kompetensi Manajer Proyek

Menurut Project Mangement Body of Knowledge Guide (PMI 2001) mengatakan bahwa manajer proyek seseorang yang bertanggung jawab dalam mengurus sebuah proyek. Seorang manajer proyek mempunyai tanggung jawab yang utama dalam memastikan bahwa suatu proyek diterapkan menurut rencana proyek. Manajer proyek mempunyai jarak interaksi yang luas di dalam dan di luar lingkungan proyek itu. Seorang manajer proyek harus serbaguna, tegas, dan efektif dalam penanganan permasalahan yang dikembangkan sepanjang tahap pelaksanaan proyek. Pemilihan seorang manajer proyek memerlukan pertimbangan yang hati-hati sebab pemilihan manajer proyek adalah salah satu hal yang krusial dari fungsi proyek. Manajer proyek harus seseorang yang memiliki kedua kredibilitas administratif dan teknis, yang dapat melaksanakan pekerjaan dengan segera dan memuaskan, serta dirasa perlu mempunyai pengetahuan teknis untuk mengarahkan proyek. Manajer proyek harus pula seseorang pencatat yang baik

Pemilihan seorang manajer proyek merupakan satu dari dua atau tiga keputusan paling utama mengenai proyek. Manajer proyek perlu memiliki kerangka harapan agar dapat berhasil dengan baik. Berikut adalah daftar kepopuleran, keterampilan dan kualitas yang dicari manakala pemilihan seorang manajer proyek:

  1. Latar belakang teknis yang kuat
  2. Seorang manajer yang keras kepala
  3. Individu yang bersifat dewasa
  4. Seseorang yang tersedia
  5. Seseorang yang memiliki hubungan baik dengan para eksekutif senior
  6. Seseorang yang dapat memelihara kebahagiaan tim proyek
  7. Orang yang telah bekerja dalam beberapa departemen berbeda

Profesionalisme & Kompetensi Manajer ProyekĀ 

Profesionalisme merupakan sesuatu yang dinamis, karena itu diperlukan kesadaran moral untuk terus berupaya meningkatkan kemampuan dan kompetisinya. Menurut Ahmad Noeā€™man (Konstruksi 2002, Oktober) mengatakan bahwa profesionalisme seseorang itu harus memiliki:

High LearnĀ 

Seseorang harus benar-benar mempunyai pendidikan yang bagus

Sence of HonestĀ 

Mempunyai tingkat kejujuran yang tinggi

IndependenceĀ 

Bebas untuk tidak terbawa oleh arus yang kurang baik

CompetenceĀ 

Bertanggung jawab pada semua hasil karyanya

CorporatenessĀ 

Mempunyai rasa setia kawan yang tinggi.

Menurut Sudarto (2001), mengatakan dasar sifat personal paling penting yang diperlukan untuk mengelola proyek konstruksi dengan sukses adalah sebagai berikut:

  1. Manajemen atau administrator yang efektif
  2. Pengambilan keputusan yang tepat
  3. Komunikator
  4. Pemecah masalah/problem solver
  5. Kemampuan leadership yang memberikan motivasi yang kuat
  6. Standar etika dan integritas yang tinggi
  7. Pengetahuan dan kemampuan berbagai disiplin ilmu

Urgensi Kompetensi Manajer Proyek

Dalam perkembangannya, masing-masing proyek memiliki sisi unik yang berbeda sehingga seorang manager proyek harus lebih adaptif dan solutif. Setidaknya ada konsep utama bagi manager proyek menurut Oberlender (2000) yang dapat digunakan untuk mengkoordinir dan memimpin proyek sampai pada tahap penyelesaian yaitu :

  1. Memastikan bahwa seseorang dan hanya seseorang, pemegang tanggung jawab untuk lingkup proyek, anggaran, dan penjadwalan.
  2. Jangan memulai suatu pekerjaan tanpa tandatangan kontrak, dengan mengabaikan tekanan untuk memulai.
  3. Mengkonfirmasikan bahwa ada suatu lingkup yang disetujui, dianggarkan, dan penjadwalan proyek.
  4. Tetapkan lingkup proyek pada saat akan dimulai dan pastikan tidak ada perkembangan perubahan tanpa persetujuan.
  5. Pastikan bahwa lingkup proyek dipahami oleh semua pihak termasuk pemilik proyek.
  6. Menetapkan pengembangan anggaran dan jadwal ketika disiapkan.
  7. Nyatakan bahwa anggaran dan jadwal berhubungan dengan lingkup proyek.
  8. Lebih baik mengorganisasi proyek disekitar pekerjaan yang dilakukan, bukannya berusaha untuk memelihara orang tetap sibuk.
  9. Pastikan ada suatu pekerjaan operasional yang tegas untuk memandu keseluruhan proyek
  10. Menetapkan suatu struktur uraian pekerjaan yang membagi proyek kedalam satuan kerja yang terukur dan dapat dijelaskan.
  11. Menetapkan suatu skema organisasi proyek yang menunjukkan tanggung jawab dan otoritas semua anggota tim proyek.
  12. Membangun staf proyek ke dalam suatu tim yang efektif yang saling bekerja sama sebagai kesatuan unit.
  13. Tekankan bahwa mutu adalah suatu keharusan, sebab jika tidak dikerjakan itu tidak berharga, dengan mengabaikan biaya atau seberapa cepat pekerjaan itu diselesaikan.
  14. Anggarkan semua tugas, semua pekerjaan berharga yang perlu kompensasi.
  15. Mengembangkan jadwal proyek dengan urutan kerja yang logis untuk melengkapi pekerjaan. 16. Tetapkan suatu sistem kendali yang akan mengantisipasi dan melaporkan penyimpangan yang terjadi secara tepat waktu maka tindakan korektif dapat diambil.
  16. Dapatkan masalah di luar yang dapat diselesaikan di dalam secara terbuka dengan melibatkan semua orang sehingga masalah dapat dipecahkan.
  17. Dokumenkan semua pekerjaan, sebab apa yang nampak tidak relevan, mungkin akan sangat penting berpengaruh di kemudian hari.
  18. Menyiapkan suatu persetujuan formal dengan berita acara sesuai kapan saja ada suatu perubahan dalam proyek.
  19. Tetap menjaga hubungan dari klien, karena mereka membayar segalanya dan akan menggunakan proyek tersebut bila selesai.

Itulah penjelasan Tomps terkait urgensi kompetensi manajer proyek. Ringkasnya seorang manager proyek harus selalu adaptif dan solutif terhadap berbagai kondisi. Siap mengambil peran sebagai manajer proyek?

Menjalankan proyek secara professional, seorang manager proyek tentunya membutuhkanĀ  peralatan untuk mempermudah pekerjaan dan mamantau proyek. Untuk itu Tomps siap membantu anda merencanakan, mengontrol dan mengevaluasi proyek hanya dari ganggaman secara realtime. Coba sekarang!

Sejak 2017, Tomps dipercaya sebagai aplikasi manajemen proyek all in one yang telah membantu mengelola lebih dari 40.000 proyek secara real time berbasis mobile dan web. Fokus utama Tomps adalah menjaga efisiensi dan efektivitas proyek berjalan sesuai perencanaan serta mengontrol keberjalanan proyek yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Coba Tomps Sekarang
earned value manajemen proyekEarned Value Management System untuk Pengelolaan Proyek
Manajemen Proyek: Pengertian, Tujuan, Benefit & Aplikasinya