By Published On: 24 Juni 2022Categories: Artikel2,8 min read

Pernah mendengar istilah Critical Path Method (CPM)? Jika pernah, apakah anda tahu cara membuat CPM untuk kelancaran proyek?

Saat ini, metode manajemen proyek sebagian besar pada tahap perencanaan dan penjadwalan proyeknya menggunakan metodologi Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT) sebagai metodologi dasar mereka. Melansir PMI, PERT pertama kali diciptakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada 1950-an untuk mengelola program rudal kapal selam Polaris mereka. Tidak berselang jauh, CPM ditemukan pada waktu yang hampir bersamaan di industri swasta kala itu. Kedua pendekatan ini pada dasarnya adalah sinonim dan sering dipertukarkan, bahkan secara kolektif disebut PERT/CPM.

Fokus pada CPM, metodologi satu ini tentu tidak asing bagi anda yang aktif di ranah proyek. Untuk memperdalam wawasan anda pada alat manajemen proyek satu ini, berikut Tomps.id rangkum definisi CPM, manfaat, hingga cara mudah untuk membuatnya berikut ini!

CPM

Menurut manajer proyek profesional Dr Mike ClaytonCritical Path Method adalah metodologi pemodelan proyek yang dikembangkan pada tahun 1950-an oleh Morgan Walker dari DuPont dan James Kelly dari Remington Rand. Jika didefinisikan, CPM merupakan metode yang berorientasi pada waktu. Artinya, siklus akan berakhir berdasarkan batasan waktu yang ditentukan.

Dalam Critical Path Method, setiap aktivitas proyek akan diidentifikasi jalur kritisnya (jangka waktu penyelesaian antar aktivitas) dengan aktivitas lainnya untuk menunjukan hubungan atau ketergantungan diantaranya.  Aktivitas sendiri diartikan sebagai sebuah pekerjaan atau tugas spesifik dalam proyek yang hasilnya dapat diukur berdasarkan durasi pengerjaannya. 

Mungkin sebagian dari anda masih bertanya-tanya “mengapa CPM penting?”. Dalam manajemen proyek, pembuatan CPM adalah salah satu pekerjaan penting karena dalam tahap ini anda harus menentukan urutan pekerjaan dari awal hingga akhir. Secara langsung, CPM adalah tahap dimana anda akan membuat penjadwalan runtutan aktivitas dan garis waktu untuk dapat diolah dalam Gantt Chart. Selain itu, CPM juga bermanfaat untuk:

1. Mengidentifikasi setiap tugas yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek dan pengaruh atau ketergantungan diantaranya

2. Memperkirakan durasi setiap aktivitas proyek

3. Menghitung jalur kritis (critical path) berdasarkan durasi dan ketergantungannya untuk mengidentifikasi aktivitas kritis (critical activities)

4. Fokus pada perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian aktivitas kritis

5. Menetapkan tonggak (milestone) dan hasil proyek

6. Menetapkan keinginan sebenarnya dari para stakeholder terkait dengan tenggat waktu proyek

1. Buat Daftar Aktivitas

CPM

2. Buat Urutan Aktivitas Sebelumnya (Preceding Activities )

CPM

3. Buat Network Diagram 

CPM

4. Buat Estimasi Timeline

CPM

5. Gunakan Algoritma Jalur Kritis

CPM

6. Hitung Total Float (TF)

7. Temukan Jalur Kritis Proyek AndaCPM

Itu dia ulasan ringkas mengenai definisi CPM, manfaat, hingga 7 langkah mudah untuk membuatnya. Sudah siapkah anda membuat perhitungan CPM untuk proyek anda selanjutnya? 

Perbaharui selalu informasi terkini seputar manajemen proyek di sini bersama Tomps.id, your project management solution!

Sejak 2017, Tomps dipercaya sebagai aplikasi manajemen proyek all in one yang telah membantu mengelola lebih dari 40.000 proyek secara real time berbasis mobile dan web. Fokus utama Tomps adalah menjaga efisiensi dan efektivitas proyek berjalan sesuai perencanaan serta mengontrol keberjalanan proyek yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Coba Tomps Sekarang
Dukung Digitalisasi Pembangunan Infrastruktur Indonesia, Tomps Bantu Optimalkan Pekerjaan Proyek Berbasis Teknologi
apa itu project scope bagaimana cara menentukan project scopeProject Scope vs Product Scope: Pengertian dan 5 Cara Menentukannya