Agile, pernah mendengar salah satu jenis metode pengembangan perangkat lunak satu ini? Kalau belum, simak ulasan lengkap tentang pengertian Agile dan 7 manfaat utamanya berikut ini, yuk!

Sebelum membahas definisi Agile, bagaimana jika kita bahas lebih dulu bagaimana metode Agile saat ini bisa hadir?

Agile Software Development, atau disingkat Agile, ini awalnya muncul atas sebuah gagasan atau konsep bernama “Agile Manifesto”. Agile Manifesto adalah nilai-nilai dari pengembangan software (software development) yang digagas oleh sekelompok developer software. Agile Manifesto muncul dari rasa frustasi mereka pada metode tradisional (Waterfall Model). Hal ini karena Waterfall Model memiliki proses dan jeda yg panjang antara requirement dan product delivery sehingga riskan terjadinya pembatalan proyek. Pada tahun 2001, kemudian terciptalah sekelompok nilai baru yang disebut Agile Manifesto. Dari nilai-nilai Agile Manifesto ini jugalah, metode pengembangan perangkat lunak Agile dikembangkan. 

Dicanangkan oleh Jon Kern, Kent Beck, Ward Cunningham, Arie van Bennekum, Alistair Cockburn, dan 12 orang lainnya, Agile Manifesto memiliki 4 nilai yang mendasarinya. Yakni Individuals and interactions over processes and tools, Working software over comprehensive documentation, Customer collaboration over contract negotiation, serta Responding to change over following a plan. 

apa itu agile dalam manajemen proyek

“Lalu, apa sebenarnya pengertian Agile itu?”

Agile adalah salah satu jenis metode dalam pengembangan perangkat lunak (software). Agile juga populer disebut dengan SDLC (Software Development Life Cycle). Saat ini metode Agile pun  sudah banyak digunakan oleh perusahaan teknologi, seperti misalnya startup, dalam pengembangan perangkat lunak mereka. 

Secara harfiah, Agile membawa artian “able to move quickly and easily” (bisa bergerak dengan cepat dan mudah). Hal ini adalah ciri khusus atau yang membedakannya dengan metode Waterfall. Sesuai dengan nilai dari Agile Manifesto, metode pengembangan perangkat lunak satu ini menekankan pada sistem yang mudah menerima perubahan dan beradaptasi dengan cepat. Poin pentingnya, Agile dapat memberikan ruang besar untuk tim anda mampu mengambil keputusan dengan cepat, dengan kualitas dan prediksi yang baik, dan meningkatkan potensi dalam menangani setiap perubahan dengan baik. 

Agile tidak hanya memiliki satu jenis, setidaknya ada sekitar 8 jenis metode Agile yang bisa perusahaan anda gunakan. Berikut adalah jenis Agile untuk pengembangan perangkat lunak:

  1. Adaptive Software Development (ASD)
  2. Agile Modelling (AM)
  3. Crystal
  4. Dynamic System Development Method (DSDM)
  5. Extreme Programming (XP)
  6. Feature Driven Development (FDD)
  7. Rational Unified Process
  8. Scrum Methodology

“Jenis Agile yang mana yang paling populer digunakan saat ini?”

Jawabannya, adalah jenis Adaptive Software Development (ASD), Dynamic System Development Method (DSDM), Extreme Programming (XP), dan Scrum. Hal ini tentu kembali lagi pada kebutuhan pengembangan perangkat lunak di perusahaan anda, ya!

1. Pekerjaan proyek dapat dipecah menjadi unit kerja sesuai tim

Dengan metode Agile, anda dapat memecah atau membagi-bagi sebuah pekerjaan dalam proyek dalam beberapa unit kerja yg lebih kecil. Nantinya, unit kerja ini akan dikelola oleh tim yang kompatibel dan digarap secara stimultan. 

Dengan cara ini, pengorgansasian juga dapat dirampingkan. Hasilnya, koordinasi dapat dilakukan oleh tim internal tim dan antar tim dengan lebih baik. Selain itu, cara ini juga dapat mempercepat selesainya masing-masing proyek sesuai tenggat waktu yang telah dibuat. 

2. Responsif terhadap kebutuhan klien

Agile memberikan peluang besar untuk klien dapat terlibat dalam proses awal hingga akhir proyek berjalan. Karena hal itu, kenyamanan klien dalam mengakses data selaku stakeholder tentu menjadi hal yang patut diperhatikan oleh developer. 

Dalam kondisi ini, developer harus fleksibel dalam menangkap masukan dan keinginan klien atas fitur-fitur yang ingin mereka gunakan. Hal ini tentunya menjadi lebih mudah berkat fleksibilitas yang ditawarkan metode Agile. Di mana, penerapan metode Agile memberikan fleksibilitas lebih tinggi untuk developer dalam menambah atau mengganti fitur sesuai requirements klien. Nantinya, feedback positif dari klien bisa didapatkan berkat tingkat responsifitas perusahaan anda yang baik dalam menerima masukan. 

3. Interaksi klien dan developer lebih intens

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Agile memberikan peluang besar untuk klien dapat terlibat segala proses pengerjaan proyek. Hal ini kemudian menghasilkan kolaborasi dan komunikasi yang aktif antara klien dan developer. Metode Agile juga memberikan waktu lebih banyak untuk developver memahami kebutuhan klien. Pada akhirnya, hasil proyek yang sesuai dengan keinginan atau ekspektasi awal klien peluangnya suksesnya akan jauh lebih besar terjadi. 

4. Proyek anda dapat selesai lebih cepat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, metode Agile mampu memaksimalkan percepatan penyelesaian pekerjaan proyek anda. Bagaimana caranya?

Dalam jenis Scrum, ada yang disebut dengan Sprint. Sprint yang merupakan “jantung” dari Scrum ini merupakan sebuah batasan waktu (timebox) untuk sebuah pengembangan proyek yang siap diserahkan kepada klien. Durasi Sprint biasanya tidak lebih dari 30 hari. Karena durasinya yang singkat, maka dalam alur pengembangan proyek berjalan dalam proses yang terstruktur di beberapa sesi Sprint. Artinya, pengembangan proyek dengan metode ini dapat berjalan secara iteratif dan inkremental juga lebih cepat dan produktif. 

5. Kecepatan kerja tim lebih stabil

Jika dalam metode Waterfall kecepatan kerja tim akan semakin menurun seiring penyelesaian proyek, maka hal itu kecil kemungkinan terjadi pada metode Agile. Prinsip incremental dan iterative dalam Agile akan mempengaruhi kecepatan kerja tim menjadi lebih stabil dan terukur.

6. Hasil Yang Lebih Berkualitas

Dengan memecah proyek menjadi beberapa unit kerja yang dapat dikelola, tim dapat lebih fokus dalam melakukan pengembangan,nm pengujian, dan kolaborasi berkualitas tinggi. Selain itu, kualitas hasil proyek juga dapat terus diperbaiki seiring dengan diberikannya feedback dari klien. Hasilnya, metode ini dapat memberikan kesempatan kepada developer untuk semaksimal mungkin memberikan hasil yang terbaik. 

Itu dia pengertian Agile dan 6 manfaat utamanya untuk proyek anda. Perbaharui selalu informasi terbaru tentang manajemen proyek di sini bersama Tomps.id, your project management solution!