By Published On: 30 Juni 2022Categories: Artikel5 min read

Setiap tahun pembangunan proyek konstruksi di Indonesia terus berkembang pesat. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin bahwa salah satu fondasi pembangunan Indonesia adalah infrastruktur yang artinya permintaan dan peluang proyek kontruksi berkembang sangat pesat. Beragam jenis-jenis proyek kontruksi mulai bermunculan seiring dengan perkembangan infrastruktur. Biar tidak keliru dan makin paham, berikut ulasan mengenai jenis-jenis proyek konstruksi yang perlu Tom-Mates tahu!

PENGERTIAN

Pengertian Manajemen

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Dapat diartikan bahwa manajemen bertanggung jawab penuh atas keberlangsungan sumbar daya agar berjalan dengan optimal dan tepat sasaran.

Pengertian Proyek

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) proyek adalah rencana pekerjaan dengan sasaran khusus (pengairan, pembangkit listrik dan sebagainya) dan dengan penyelesaian yang tegas. Para ahli mengemukakan definisi proyek sebagai berikut (Raharja, 2014):

  1. Iman Soeharto mengemukakan proyek dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu dengan alokasi sumberdaya terbatas dan dimaksudkan untuk melaksanakan suatu tugas yang telah digariskan.
  2. D.I Cleand dan W.R. King mengemukakan proyek adalah gabungan dari berbagai kegiatan sumberdaya yang dihimpun dalam suatu wadah organisasi sementara untuk mencapai suatu sasaran tertentu.

Jadi proyek adalah sebuah kegiatan yang sifatnya yang memiliki keterbatasan terhadap waktu, anggaran dan sumber daya serta memiliki spesifik tersendiri atas produk yang akan dihasilkan. Salah satu contoh proyek yang ramai diperbincangkan belakangan yaitu pembangunan Jakarta Internasional Stasion dan Sirkuit International Mandalika di daerah Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Pengertian Konstruksi

Konstruksi adalah tatanan/susunan dari elemen-elemen suatu bangunan yang kedudukan setiap bagian-bagiannya sesuai dengan fungsinya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata konstruksi adalah susunan (model, tata letak) suatu bangunan (jembatan, rumah, dan sebagainya).

Pengertian Manajemen Proyek Konstruksi

Manajemen proyek konstruksi adalah usaha manajemen meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan proyek dari awal sampai akhir dengan mengalokasi sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan.

TAHAPAN MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI

Sebelum membahas jenis-jenis proyek konstruksi, berikut tahapan-tahapan manajemen proyek kontruksi yang sudah dirangkum untuk Tom-Mates, yaitu :

Menurut Dipohusodo (1995) manajemen proyek kontruksi terbagi dalam 5 tahap yaitu :

1. Pengembangan konsep

Melakukan survei pendahuluan dengan investigasi lapangan ditempat proyek yang akan dilaksanakan. Hal ini agar mendapatkan berbagai informasi seperti upah tenaga kerja setempat, harga material, perizinan pemerintah setempat, kemampuan penyedia jasa setempat baik kontraktor ataupun konsultan, iklim sekitar dan upaya apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kendala yang akan muncul.

2. Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan dimulai dari pengajuan proposal, survei lanjutan, pembuatan desain awal dan perancangan detail. Hal-hal tersebut akan berpengaruh pada proses selanjutnya yaitu rencana kerja final. Sasaran pokok rencana kerja final adalah :

  • Menggunakan pedoman pelaksanaan pekerjaan maka akan didapat harga kontrak kontruksi dan material yang lebih pasti , tetap dan bersaing sehingga tidak melewati batas anggaran yang ada.
  • Pekerjaan akan dapat selesai sesuai kualitas rentang waktu yang telah ditetapkan.

3. Pelelangan

Adalah proses pelelangan sampai dengan terpilihnya pemenang lelang

4. Pelaksanaan konstruksi

Kegiatan ini meliputi persiapan lapangan, pelaksanaan konstruksi fisik proyek sampai dengan selesainya proyek konstruksi tersebut. Dalam pelaksanaan konstruksi fisik proyek perlu fokus pada pengendalian biaya dan jadwal kontruksi. Pengendalian biaya agar alokasi biaya untuk sumber daya proyek, tenaga kerja, peralatan dan material dalam kontrol yang jelas. Pengendalian jadwal kontruksi agar proyek berjalan sesuai perencaan dan selesai tepat waktu.

5. Pengoperasian

Setelah kontruksi fisik selesai maka penyedia jasa akan menyerahkan kepada pengguna jasa untuk dioperasikan. Dalam hal ini penyedia saja masih memiliki tanggung jawab untuk memelihara bangunan sesuai perjanjian

Menurut Austen dan Neale (1994) dalam Suyatno (2010) manajemen proyek kontruksi terbagi dalam 5 tahap yaitu :

1. Briefing

Klien menjelaskan fungsi proyek dan biaya yang diijinkan sehingga arsitek, surveyor dan anggota lain dapat secara tepat memanfaatkan biaya. Yang harus ada selama proses briefing :

  • Menyusun rencana kerja dan menunjukan para perancang dan ahli
  • Mempertimbangkan kebutuhan, keadaan lapangan, merencanakan rancangan, perkiaraan biaya dan mutu
  • Mempersiapkan program yang menggambarkan denah dan batas-batas proyek, tafsiran biaya dan rencana pelaksanaan.

2. Perencanaan dan perancangan

Bertujuan untuk melengkapi dan menentukan tata letak, rancangan, metode konstruksi dan taksiran biaya agar mendapatkan persetujuan dari klian dan pihak yang terlibat. Kagiatan ini meliputi :

  • Memeriksa masalah teknik
  • Meminta persetujuan klien

Mempersiapkan rancangan sketsa meliputi taksiran biaya, rancangan secara rinci, jadwal secara spesifik, hingga kuantitas dan kualitas material

3. Pelelangan

Proses ini menunjuk kontraktor yang akan melaksanakan proyek konstruksi dan mendapatkan penawaran dari kontraktor yang sesuai dengan persetujuan klien.

4. Kontruksi atau pelaksanaan

Bertujuan membangun sesuai dengan biaya dan waktu yang telah disepakati serta mutu yang disyaratkan. Kegiatan ini meliputi perencanaan, koordinasi dan kontrol operasi lapangan.

5. Persiapan penggunaan

Bertujuan untuk menjamin agar bangunan selesai sesuai dokumen kontrak semestinya. Kegiatan ini meliputi :

  • Mempersiapkan catatan pelaksanaan
  • Meneliti bangunan dengan cermat dan memperbaiki kerusakan
  • Menguji sifat kedap air bangunan
  • Memulai menguji dan menyesuaikan semua fasilitas
  • Mempersiapkan petunjuk operasi serta pedoman pemeliharaan
  • Melatih staf

JENIS – JENIS PROYEK KONSTRUKSI

1. Proyek Konstruksi Perumahan

Tentu bagi kita sudah tidak asing lagi melihat proyek kontruksi perumahan terkhusus di perkotaan. Proyek ini meliputi pembangunan dari awal, perbaikan dan pemodelan ulang struktur perumahan yang mulai usang untuk menjaga kenyamanan penghuni perumahan tersebut. Contoh proyek konstruksi perumahan adalah apartemen, panti jompo, asrama dan sebagainya. Selain itu dalam pembangunan proyek konstruksi perumahan harus memperhatikan utilitas listrik dan air gedung karena digunakan sebagai tempat tinggal.

2. Proyek Konstruksi Gedung

Proyek ini mencakup untuk pembanguna gedung komersil dan non komersil seperti gedung pemerintahan. Contoh proyek konstruksi gedung adalah pembangunan gedung sekolah, stadion olahraga, pusat perbelanjaan, universitas, rumah sakit, gedung pencakar langit dan lain sebagainya.

3. Proyek Konstruksi Industri

Jenis proyek ini biasanya membutuhkan spesifikasi dan persyaratan khusus untuk para pekerja karena meliputi pembangunan kilang minyak, pertambangan, industri berat, nuklir dan sebagainya. Proyek ini bisanya untuk kebutuhan perusahaan industri atau perusahaan nirlaba. Pada pelaksanaannya, membuat proyek konstruksi industri membutuhkan ketelitian tingkat tinggi dan teknologi tinggi agar meminimalisir resiko yang bisa berdampak luas pada rusaknya lingkungan.

4. Proyek Konstruksi Teknik Sipil

Jenis proyek ini adalah proyek yang bertujuan untuk sarana dan prasarana dari untuk kepentingan umum yang biasanya dilakukan oleh pemerintah kota/kabupaten hingga pemerintah pusat. Contoh proyek ini adalah pembangunan LRT, MRT, pelabuhan, bendungan, akses komunikasi dan sebagainya.

Sejak 2017, Tomps dipercaya sebagai aplikasi manajemen proyek all in one yang telah membantu mengelola lebih dari 40.000 proyek secara real time berbasis mobile dan web. Fokus utama Tomps adalah menjaga efisiensi dan efektivitas proyek berjalan sesuai perencanaan serta mengontrol keberjalanan proyek yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Coba Tomps Sekarang
Manajemen Adalah : Fungsi dan Jenis-Jenis Manajemen
warna helm proyekMengenal Berbagai Warna dan Arti dari Helm Proyek