By Published On: 20 April 2022Categories: Artikel6,6 min read
scum

Sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin bahwa salah satu fondasi pembangunan Indonesia adalah infrastruktur yang artinya permintaan dan peluang proyek kontruksi berkembang sangat pesat. Tom-Mates pasti sudah familiar dengan berbagai proyek pembangunan fasilitas umum seperti tol, jembatan, bandara, perumahan dan lainnya. Yang perlu Tom-Mates tahu, dibalik bangunan megah tersebut ada jerih payah orang-orang hebat tentunya yaitu manajemen proyek konstruksi. Penasaran bagaimana mereka mengambil peran untuk pembangunan insfrastruktur Indonesia? Berikut ulasan mengenai Manajemen Proyek Kontruksi!

PENGERTIAN

Pengertian Manajemen

Menurut KBBI manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Dapat diartikan bahwa manajemen bertanggung jawab penuh atas keberlangsungan sumbar daya agar berjalan dengan optimal dan tepat sasaran.

Pengertian Manajemen Proyek Konstruksi

Kontruksi adalah tatanan/susunan dari elemen-elemen suatu bangunan yang kedudukan setiap bagian-bagiannya sesuai dengan fungsinya. Manajemen proyek kontruksi adalah usaha manajemen meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan proyek dari awal sampai akhir dengan mengalokasi sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan.

TUJUAN MANAJEMEN PROYEK KONTRUKSI

Manajemen proyek konstruksi bertujuan untuk mengelola pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai dengan perencanaan dan mendapatkan hasil yang optimal.

scum

Macam-macam Tujuan Manajemen Proyek Kontruksi

Untuk lebih detail, berikut macam-macam tujuan manajemen proyek kontruksi :

1. Memaksimalkan potensi SDM

Keberhasilan sebuah proyek berbanding lurus dengan kualitas SDM (manusia) yang terlibat dalam proyek tersebut. Disinilah manajemen proyek kontruksi mengambil peran untuk menggerakan potensi SDM yang terlibat secara optimal.

2. Memanfaatkan peluang yang ada dalam proyek

Ketepatan dalam mengelola proyek kontruksi akan membantu dalam pengembangan proyek dan mendapatkan peluang baru tanpa mengurangi nilai utama yang ingin dicapai oleh pihak perusahaan.

3. Mengelola risiko kegagalan proyek

Dalam proyek manapun tidak luput dari trial and error sehingga kecermatan dalam melihat potensi resiko akan mengurangi potensi proyek gagal.

4. Membuat perencanaan yang tepat

Sebuah proyek kontruksi akan berhasil berbarengan dengan proses perencaan proyek yang tepat dari awal. Disinilah manajemen proyek kontruksi perlu mengambil peran besar menjaga ritme perencaan hingga eksekusi berjalan dengan baik

5. Mengelola integritas

Dengan adanya manajemen proyek kontruksi akan meningkatkan rasa percaya dari semua stakeholder yang terlibat selama proyek berlangsung bahkan pasca proyek kontruksi selesai.

TUGAS DAN PERAN MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI

scum

Tugas Manajemen Proyek Konstruksi

  • Mengawasi jalannya pekerjaan di lapangan apakah sesuai dengan metode konstruksi yang benar atau tidak.  
  • Meminta laporan progres dan penjelasan pekerjaan tiap item dari kontraktor secara tertulis.  
  • Manajemen proyek konstruksi berhak menegur dan menghentikan jalannya pekerjaan apabila tidak sesuai dengan kesepakatan.  
  • Mengadakan rapat rutin baik mingguan maupun bulanan dengan mengundang konsultan perencana, wakil owner dan kontraktor.  
  • Berhubungan langsung dengan owner atau wakil owner dalam menyampaikan segala sesuatu di proyek.  
  • Menyampaikan progres pekerjaan kepada owner langsung.  
  • Mengesahkan material yang akan digunakan apakah sesuai dengan spesifikasi kontrak atau tidak.  
  • Mengelola, mengarahkan dan mengkoordinasi pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor dalam aspek mutu dan waktu.  Mengesahkan adanya perubahan kontrak yang diajukan oleh kontraktor.  
  • Memeriksa gambar shop drawing dari kontraktor sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan.  
  • Selalu meninjau ulang metode pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor agar memenuhi syarat K3LMP “Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Lingkungan, Mutu dan Pengamanan”.  
  • Memberikan Site Instruction secara tertulis apabila ada pekerjaan yang harus dikerjakan namun tidak ada di kontrak untuk mempercepat jadwal

Peran Manajemen Proyek Kontruksi

1. Agency Construction Management (ACM)

Manajer konstruksi berperan sebagai koordinator “penghubung” antara perancangan dan pelaksanaan serta antar kontraktor. Manajemen konstruksi mulai dari fase perencanaan dimana pihak pemilik membuat kontrak pada para kontraktor sesuai paket-paket pekerjaan yang diperlukan.

2. Extended Service Construction Manajemen (ESCM)

Manajemen kontraktor berperan sebagai kontraktor. Hal ini dilakukan untuk menghindari konflik tujuan antara kontraktor dan pihak manajemen.

3. Owner Construction Management (OCM)

Manajemen konstruksi profesional berperan sebagai pemilik sehingga pihak manajemen juga bertanggung jawab terhadap manajemen proyek yang dilaksanakan.

4. Guaranted Maximum Price Construction Management (GMPCM)

Konsultan ini bertindak lebih ke arah kontraktor umum dari pada sebagai wakil pemilik. Disini konsultan GMPCM tidak melakukan pekerjaan konstruksi tetapi bertanggung jawab kepada pemilik mengenai waktu, biaya dan mutu. Sehingga pada peran ini manajemen bertindak sebagai pemberi kerja terhadap para kontraktor “sub kontraktor”.

TAHAPAN MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI

Macam-macam Tahapan Manajemen Proyek Konstruksi

Menurut Dipohusodo (1995) terbagi dalam 5 tahap yaitu :

1. Pengembangan konsep

Melakukan survei pendahuluan dengan investigasi lapangan ditempat proyek yang akan dilaksanakan. Hal ini agar mendapatkan berbagai informasi seperti upah tenaga kerja setempat, harga material, perizinan pemerintah setempat, kemampuan penyedia jasa setempat baik kontraktor ataupun konsultan, iklim sekitar dan upaya apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kendala yang akan muncul.

2. Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan dimulai dari pengajuan proposal, survei lanjutan, pembuatan desain awal dan perancangan detail. Hal-hal tersebut akan berpengaruh pada proses selanjutnya yaitu rencana kerja final. Sasaran pokok rencana kerja final adalah :

  • Menggunakan pedoman pelaksanaan pekerjaan maka akan didapat harga kontrak kontruksi dan material yang lebih pasti , tetap dan bersaing sehingga tidak melewati batas anggaran yang ada.
  • Pekerjaan akan dapat selesai sesuai kualitas rentang waktu yang telah ditetapkan.

3. Pelelangan

Adalah proses pelelangan sampai dengan terpilihnya pemenang lelang

4. Pelaksanaan konstruksi

Kegiatan ini meliputi persiapan lapangan, pelaksanaan konstruksi fisik proyek sampai dengan selesainya proyek konstruksi tersebut. Dalam pelaksanaan konstruksi fisik proyek perlu fokus pada pengendalian biaya dan jadwal kontruksi. Pengendalian biaya agar alokasi biaya untuk sumber daya proyek, tenaga kerja, peralatan dan material dalam kontrol yang jelas. Pengendalian jadwal kontruksi agar proyek berjalan sesuai perencaan dan selesai tepat waktu.

5. Pengoperasian

Setelah kontruksi fisik selesai maka penyedia jasa akan menyerahkan kepada pengguna jasa untuk dioperasikan. Dalam hal ini penyedia saja masih memiliki tanggung jawab untuk memelihara bangunan sesuai perjanjian

Menurut Austen dan Neale (1994) dalam Suyatno (2010) terbagi dalam 5 tahap yaitu :

1. Briefing

Klien menjelaskan fungsi proyek dan biaya yang diijinkan sehingga arsitek, surveyor dan anggota lain dapat secara tepat memanfaatkan biaya. Yang harus ada selama proses briefing :

  • Menyusun rencana kerja dan menunjukan para perancang dan ahli
  • Mempertimbangkan kebutuhan, keadaan lapangan, merencanakan rancangan, perkiaraan biaya dan mutu
  • Mempersiapkan program yang menggambarkan denah dan batas-batas proyek, tafsiran biaya dan rencana pelaksanaan. 

2. Perencanaan dan perancangan

Bertujuan untuk melengkapi dan menentukan tata letak, rancangan, metode konstruksi dan taksiran biaya agar mendapatkan persetujuan dari klian dan pihak yang terlibat. Kagiatan ini meliputi :

  • Memeriksa masalah teknik
  • Meminta persetujuan klien
  • Mempersiapkan rancangan sketsa meliputi taksiran biaya, rancangan secara rinci, jadwal secara spesifik, hingga kuantitas dan kualitas material

3. Pelelangan

Proses ini menunjuk kontraktor yang akan melaksanakan proyek konstruksi dan mendapatkan penawaran dari kontraktor yang sesuai dengan persetujuan klien.

4. Kontruksi atau pelaksanaan

Bertujuan membangun sesuai dengan biaya dan waktu yang telah disepakati serta mutu yang disyaratkan. Kegiatan ini meliputi perencanaan, koordinasi dan kontrol operasi lapangan.

5. Persiapan penggunaan

Bertujuan untuk menjamin agar bangunan selesai sesuai dokumen kontrak semestinya. Kegiatan ini meliputi :

  • Mempersiapkan catatan pelaksanaan
  • Meneliti bangunan dengan cermat dan memperbaiki kerusakan
  • Menguji sifat kedap air bangunan
  • Memulai menguji dan menyesuaikan semua fasilitas
  • Mempersiapkan petunjuk operasi serta pedoman pemeliharaan
  • Melatih staf

APLIKASI MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI

1. Accurate

scum

Lebih dikenal sebagai aplikasi bantu pembukuan tapi Accurate juga punya fitur khusus untuk proyek konstruksi.

2. Clear Estimate

scum

Menyediakan templete sehingga kontraktor dapat menyiapkan perencanaan proyek dalam beberapa menit saja.

3. CoConstruct

scum

Berdasarkan testimoni yang ada, CoConstruct lebih cocok untuk proyek pembangunan rumah dibandingkan proyek lainnya karena bersifat lebih komplek.

4. Jobber

scum

Cocok untuk pemula yang baru masuk kedunia kontraktor karena sangat user-friendly namun tidak disarankan untuk kontraktor yang mengelola proyek skala besar.

5. Tomps

scum

Sebuah professional project management tools end-to-end berbasis aplikasi dan website yang bisa mengelola proyek baik skala kecil hingga proyek besar. Menariknya Tomps memiliki fitur kustomisasi menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing proyek. Sangat cocok untuk Tom-Mates yang memiliki berbagai macam proyek dan tambahan info lagi, Tomps punya fitur bisa membuat unlimited proyek. Penasaran dengan Tomps?

Sumber : Itenas , Academia

Sejak 2017, Tomps dipercaya sebagai aplikasi manajemen proyek all in one yang telah membantu mengelola lebih dari 40.000 proyek secara real time berbasis mobile dan web. Fokus utama Tomps adalah menjaga efisiensi dan efektivitas proyek berjalan sesuai perencanaan serta mengontrol keberjalanan proyek yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Coba Tomps Sekarang
Manajemen Proyek: Pengertian, Tujuan, Benefit & Aplikasinya
aplikasi manajemen proyekMengenal Lebih Jauh Cara Mengatur Pembiayaan Pada Proyek Anda