By Published On: 20 Mei 2022Categories: Artikel7 min read

Mengamati berbagai bangunan misalnya gedung, rumah dan infrastuktur lainnya, tentu Tom-Mates akan berpikir kenapa bangunan tersebut bisa menjadi sangat indah dan kokoh? Jika dipikir secara sederhana, sulit rasanya membuat bangunan dengan berbagai bentuk namun tetap kokoh. Tentu bangunan tersebut dibangun dengan perhitungan yang sangat matang baik secara interior dan eksterior oleh seorang arsitek. Untuk mengenal lebih jauh pekerjaan arsitek adalah karya baiknya kita pahami dulu apa saja arsitek. Berikut ulasannya :

PENGERTIAN ARSITEK

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonsia (KBBI) arsitek adalah ahli dalam merancang dan menggambar bangunan, jembatan, dan sebagainya, biasanya sekaligus sebagai penyedia konstruksinya.

PENGERTIAN PEKERJAAN ARSITEK

Pekerjaan arsitek adalah orang-orang ahli dan professional dalam merancang dan menggambar bangunan yang terdapat unsur seni dan estetika didalamnya. Menjadi seorang ahli pekerjaan arsitek bukanlah hal mudah, butuh perjalanan yang panjang dan jam terbang yang tinggi.

TANGGUNG JAWAB PEKERJAAN ARSITEK

Berdasarkan Ikatan Arsitek Indonesia, ada 5 tanggung jawab seorang Arsitek yaitu :

1. Menyusun Konsep Rancangan

Untuk membuat sebuah rancangan, hal pertama yang harus dilakukan arsitek adalah membuat konsep terlebih dahulu. Pada bagian ini seorang arsitek harus mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan agar memudahkan proses merancang konsep bangunan. Setelah data dan informasi diolah maka arsitek dapat membuat analisis dari data-data yang telah dikerjakan. Konsep Rancangan yang merupakan dasar pemikiran dan pertimbangan-pertimbangan semua bidang terkait (baik struktur, mekanikal, elektrikal, dan atau bidang keahlian lain bila diperlukan) yang melandasi perwujudan gagasan rancangan yang menampung semua aspek, kebutuhan, tujuan, biaya, dan kendala proyek. Setelah mendapatkan persetujuan dari pengguna jasa konsep ini merupakan dasar perancangan tahap berikutnya.

2. Membuat Prarancangan

Pada tahap ini, arsitek membuat prarancangan berdasarkan data-data yang telah didapatkan lalu mengajukan konsep kepada pemilik proyek. Tujuan dari tahap ini yaitu :

  • Membantu pengguna jasa dalam memperoleh pengertian yang tepat atas program dan konsep rancangan yang telah dirumuskan arsitek.
  • Mendapatkan pola dan gubahan bentuk rancangan yang tepat, waktu pembangunan yang paling singkat, serta biaya yang paling ekonomis.
  • Memperoleh kesesuaian pengertian yang lebih tepat atas konsep rancangan serta pengaruhnya terhadap kelayakan lingkungan.
  • Menunjukkan keselarasan dan keterpaduan konsep rancangan terhadap ketentuan Rencana Tata Kota dalam rangka perizinan.

3. Mengembangkan Rancangan

Dalam tahap ini, arsitek akan melakukan rancangan berdasarkan kesepatan bersama pemilik untuk menentukan :

  • Sistem konstruksi dan struktur bangunan, sistem mekanikal-elektrikal, serta disiplin terkait lainnya dengan mempertimbangkan kelayakan dan kelaikannya baik terpisah maupun secara terpadu.
  • Bahan bangunan akan dijelaskan secara garis besar dengan mempertimbangkan nilai manfaat, ketersediaan bahan, konstruksi, dan nilai ekonomi.
  • Perkiraan biaya konstruksi akan disusun berdasarkan sistem bangunan, kesemuanya disajikan dalam bentuk gambar-gambar, diagram-diagram sistem, dan laporan tertulis.

4. Membuat Gambar Kerja

Dalam tahap ini arsitek akan mengerjakan gambar kerja final berdasarkan hal-hal yang disepakati selama pengembangan rancangan. Seorang arsitek harus menyiapkan dokumen pelaksanaan dalam bentuk gambar-gambar kerja dan tulisan spesifikasi dan syarat-syarat teknik pembangunan yang jelas, lengkap dan teratur, serta perhitungan kuantitas pekerjaan dan perkiraan biaya pelaksanaan pembangunan yang jelas, tepat, dan terinci.

5. Proses Pengadaan Pelaksanaan Konstruksi

Dalam tahap ini terdapat 2 proses yaitu :

a. Menyiapkan dokumen pengandaan pelaksanaan konstruksi

Dokumen yang perlu disiapkan adalah uraian rencana kerja dan pelaksanaan pekerjaan (RKS) serta rencana anggaran biaya (RAB) termasuk Daftar Volume (Bill of Quantity/BQ). Sehingga mendukung proses:

  • Pemilihan pelaksana konstruksi
  • Penugasan pelaksana konstruksi
  • Pengawasan pelaksanaan konstruksi
  • Perhitungan besaran luas dan volume serta biaya pelaksanaan pembangunan yang jelas.

b. Pelalangan

Tahap ini bertujuan untuk memperoleh penawaran biaya dan waktu konstruksi yang wajar dan memenuhi persyaratan teknis pelaksanaan pekerjaan sehingga Konstruksi dapat dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan dengan baik dan benar.

6. Pengawasan Secara Berkala

Pada tahap ini arsitek secara berkala harus melakukan kontrol dan pengawasan kegiatan di lapangan agar bangunan sesuai dengan rancangan yang telah disepakati. Untuk memudahkan proses kontrol, arsitek dapat menggunakan berbagai aplikasi misalnya Tomps yang dapat melakukan proses monitoring secara real time melalui mobile atau web.

FUNGSI PEKERJAAN ARSITEK

Menjadi seorang arsitek bukanlah pekerjaan yang mudah, berikut fungsi pekerjaan arsitek yaitu :

  • Menjawab tantangan akan iklim, masyarakat, kebudayaan, serta teknologi.
  • Menjawab tantangan beradaptasi manusia terhadap dunia yang ada di sekitarnya.
  • Membina lingkungan secara keseluruhan karena terlibat aktif dalam proses merawat lingkungan.
  • Menjadi aktivis pelestarian budaya dimana pekerjaan arsitek sering bersinggungan dengan budaya lokal dan secara otomatis ikut melestarikan budaya sekitar yang kaya akan seni dan keindahan

JENIS-JENIS PEKERJAAN ARSITEK

Mengutip Masterclas, ada beberapa jenis pekerjaan arsitek yaitu :

1. Arsitek Desain

Bertanggung jawab menyusun keluruhan desain proyek bangunan termasuk menganalisa kebutuhan pemilik proyek, lokasi bangunan dan lingkungan sekitar dengan mempertimbangkan anggaran yang telah ditetapkan.

2. Arsitek Teknis

Bertanggung jawab dari perencanaan bangunan hingga bangunan dapat digunakan. Arsitek teknik sejalan dengan arsitek desain apabila bekerja dalam lingkup proyek yang kecil.

3. Proyek Manajer

Bertanggung jawab untuk keseluruhan proyek, mengembangkan rencana kerja, berkoordinasi harian dengan tim agar proyek berjalan dengan lancar.

4. Interior desainer

Dalam proyek besar, interior desainer berperan penting yang erat kaitannya dengan membentuk pengalaman penghuni bangunan saat berada pada bangunan tersebut. Misalnya penempatan pintu, jendela, stopkontak dan furnitur lainnya.

5. Aristek Lanskap

Berperan pada desain luar ruangan misalnya tempat untuk pengelolaan air hujan, tanaman dan lingkungan berkelanjutan.

SKILL YANG DIBUTUHKAN PEKERJAAN ARSITEK

Menjalani pekerjaan arsitek adalah menggabungkan fungsi otak kanan dan otak kiri aja seimbang. Tentunya hal tersebut bukanlah hal mudah, berikut skill yang dibutuhkan dalam pekerjaan arsitek :

1. Logika matematika

Untuk membangun sebuah bangunan diperlukan hitungan matematika dengan prinsip dasar geometri dan aljabar.

2. Kreatif

Tidak hanya soal angka, seorang arsitek juga harus memiliki skill kreatif untuk mendorong terciptanya bangunan-bangunan yang indah dan penuh inovasi.

3. Keterampilan desain

Tidaknya hanya membuat desain tersebut indah, namun pekerjaan arsitek juga harus terlihat bagus, praktis, layak dan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pemilik proyek. Disini berperan pentung untuk menggabungkan visual dan fungsional.

4. Komunikasi

Dalam hal ini seorang arsitek harus bisa berkomunikasi dengan semua stakeholder agar proyek bisa berjalan dengan lancar dan setiap pihak tahu perkembangan proyek yang sedang berlangsung.

5. Teamwork

Kesuksesan sebuah proyek tidak terlepas dari andil semua pihak, bukan perorangan. Disini seorang arsitek diharapkan mampu mengelola kinerja tim agar efisien dan efektif menjalankan proyek yang telah dilaksanakan.

6. Berorientasi Detail

Pekerjaan arsitek sangat mengandalkan kemampuan detail agar bangunan yang indah tetap terjaga faktor kokoh dan keamanannya. Apabila hanya fokus pada bangunan yang indah saja tanpa memperhatikan kokoh dan aman pada jangka panjang akan membahayakan penghuni nantinya.

7. Paham bangunan dan konstruksi

Untuk membuat suatu bangunan, maka arsitek harus paham dengan bangunan dan konstruksi. Adapun jika hanya mengandalkan kemampuan menggambar, maka sama halnya dengan seorang ahli 3D

8. Problem solving

Dalam proyek manapun, setiap rencana yang dirancang hanya sedikit yang bebas tanpa kendala saat proses pelaksanaan. Disinilah dibutuhkan kecakapan dalam pekerjaan arsitek menghadapi berbagai masalah yang mungkin terjadi.

CARA MENJADI ARSITEK PROFESIONAL

Menjadi seorang arsitek professional tentu butuh waktu dan pengalaman dalam mengerjakan berbagai proyek. Ada hal-hal yang perlu Tom-mates lakukan agar menjadi seorang arsitek professional. Berikut ulasannya :

1. Memiliki jiwa seni dan melayani

Pekerjaan arsitek bukanlah bicara seni biasa namun membuat sesuatu dengan tetap mempertahankan unsur seninya. Memiliki jiwa seni bukan hanya bawaan dari lahir namun bisa terbentuk karena lingkungan dan minat yang tinggi untuk mempelajari seni itu sendiri. Selain itu suatu bangunan yang memiliki untuk seni tersebut harus diperhatikan pula fungsi, keamanan dan struktur bangunan agar sesuai dengan kebutuhan dan anggaran pemilik proyek.

2. Pelatihan dan pendidikan teknik arsitektur

Untuk menjadi arsitek yang berkualitas dan unggul, menempuh pendidikan adalah suatu keharusan agar lebih mudah memahami keseluruhan aspek dalam arsitektur.

3. Ubah ide jadi sebuah desain arsitektur

Menjadi seorang professional dalam pekerjaan arsitek adalah harus dapat memvisualisasikan sebuah ide dalam karya desain arsitektur.

4. Membangun relasi dengan komunitas arsitektur

Selain skill arsitek yang telah dimiliki, maka Tom-Mates perlu membangun relasi dengan komunitas yang relavan misalnya komunitas arsitektur.. Hal ini bertujuan agar semakin banyak calon pemilik proyek tahu dengan keberandaan dan karya-karya Anda. Selain itu agar dapat saling mendukung dengan profesional arsitek lainnya dan bersaing secara sehat.

5. Gelar Arsitek

Selain melalui karya, untuk meningkatkan kredibilitas pekerjaan arsitek maka gelar arsitek sangat berguna sebagai bahan pertimbangan oleh calon pemilik proyek. Biasanya gelar professional arsitek diperoleh dari suatu program yang sudah terakreditasi dari National Architectural Accrediting Board (NAAB). Selain itu, terdapat pula kursus khusus bagi sekolah arsitektur yang di dalamnya mempelajari terkait:

  • Desain Arsitektur.
  • Sistem Lingkungan.
  • Sejarah Arsitektur.
  • Sains Bangunan dan Teknologi.
  • Kalkulus untuk Arsitektur.
  • Visualisasi.

Dengan berbagai ulasan mengenai pekerjaan aristek, tentunya Tom-Mates semakin paham detail pekerjaan arsitek. Untuk menjalani pekerjaan arsitek tentu membutuhkan bekal pendidikan, pengalaman kerja yang relavan dan lisensi yang diakui akan menjadi nilai tambah bagi seorang arsitek. Menjadi seorang arsitek pastinya penuh lika-liku dan perjuangan yang tidak sebentar, seiring dengan bekal dan daya juang yang tangguh maka proyek-proyek yang anda pegang akan semakin berkualitas. Selamat mencoba dan jangan menyerah ya!

Sumber : Ikatan Arsitek Indonesia, Masterclass

Sejak 2017, Tomps dipercaya sebagai aplikasi manajemen proyek all in one yang telah membantu mengelola lebih dari 40.000 proyek secara real time berbasis mobile dan web. Fokus utama Tomps adalah menjaga efisiensi dan efektivitas proyek berjalan sesuai perencanaan serta mengontrol keberjalanan proyek yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Coba Tomps Sekarang
proyek bangunanProyek Bangunan: Jenis, Tahapan dan Tips Proyek Bangunan
sertifikat hse adalahSertifikat HSE adalah: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Cara Mendapatkan dan Contohnya