“Perubahaan adalah satu-satunya hal yang konstan”, apakah pepatah satu ini juga mempengaruhi project management trend di 2021?

Jika menarik waktu ke 10 tahun yang lalu, bagaimana anda membayangkan kegiatan manajemen proyek saat itu? Alat-alat yang lebih sedikit, metodologi kerja yang terbatas, proyek yang lebih sederhana, dan tim yang lebih sedikit mungkin beberapa dari gambaran situasi saat itu.

Kini, gaya mengelola manajemen proyek telah berkembang pesat dengan segala perubahan di dalamnya. Lanskap manajemen proyek kini dapat berubah besar berkat teknologi yang juga ikut tumbuh pesat, dan nampaknya tidak akan melambat. Dapat dilihat kini metodologi dari yang hanya berjenis Waterfall, tumbuh hingga menjadin Agile bahkan Hybrid. Jenis-jenis proyek yang dikelola pun kian besar dan kompleks.

Kalau sudah begini, apakah anda sudah siap mengikuti project management trend di 2021 ini?

project management trend

6 Project Management Trend 2021 

1. Banyak Beralih Ke Sistem Digital dan Remote Teams

Sejak pandemi Covid-19 yang melanda global sejak awal 2020 lalu, cara perusahaan dalam mengelola proyek pun kian berubah, atau lebih tepatnya mungkin terpaksa berubah. Sebagai upaya dalam melindungi para karyawan dan menghindari virus dari pandemi ini, perusahaan pun kini mulai menerapkan sistem remote dan beralih ke platform digital untuk mengelola pekerjaannya. Tren ini bahkan diperkirakan akan terus meningkat bahkan jika pandemi telah mereda. 

Hal ini tentunya menajdi tantangan baru bagi orang-orang yang pekerjaannya sebagian besar dilakukan di lapangan. Project manager pun dituntut untuk menemukan cara agar gesekan atau ketidakefisienan yang muncul dapat diminimalisir. Di mana, salah satu kuncinya adalah dengan menerapkan komunikasi yang terbuka di dalam tim. 

2. Pengaruh Artificial Intelligence and Data Analytics

Ketika membicarakan tentang teknologi Artificial Intelligence (AI), maka hal ini bisa menimbulkan dua cara pandang yang berbeda terhadap pengaruhnya pada profesi dan pekerjaan manusia. Peluang diimplikasikannya AI pada manajemen proyek di berbagai industri pun nampaknya tidak dapat dielakkan. 

Meskin masih sulit memprediksinya secara menyeluruh, salah satu dampak yang dapat diprediksi adalah adanya otomatisasi tugas-tugas administrasi yang saat ini masih menjadi tanggung jawab project manager. Di mana, hal ini mencakup penjadwalan, anggaran proyek, alokasi sumber daya, dan lain sebagainya. Selain itu, teknologi AI ini juga dapat membantu pekerjaan project manager yang kompleks seperti visualisasi data dan saran pengambilan keputusan atas informasi yang yang ditangkap. 

Project manager tidak perlu menjadi AI expert atau seorang data analyst untuk bersiap menerima perubahan ini. Melainkan, mereka hanya harus fokus untuk memahami bagaimana langkah perusahaan terhadap pemanfaatan AI ini. Gunanya, untuk mengantisiapasi perubahan yang mungkin terjadi dalam pekerjaan sehari-hari dan juga menganalisis peran-peran yang benar-benar dibutuhkan di dalam organisasi setelah AI digunakan. 

3. Munculnya Pendekatan Hybrid Project Management 

Seiring dengan perkembangan zaman, kita tentu harus menyadari bahwa tidak semua proyek memiliki treatment yang sama dan dikelola dengan satu metodologi tertentu saja. Karena hal itulah, muncul istilah hybrid project management. Kemunculan ini kemudian juga ikut meningkatkan jumlah project manager dan scrum master yang menggabungkan lebih dari satu metodologi dalam mengelola proyek mereka. 

Lalu apa yang terjadi dalam hybrid project management ini?

Hal yang terjadi adalah anda dapat mengumpulkan seluruh proyek, tugas, pekerja, dan platform komunikasi anda di satu wadah. Gunanya, agar anda dapat membuat pilihan bisnis yang paling tepat. Caranya, dengan menggabungkan metode Agile maupun Waterfall pada business process proyek anda. Tujuannya, untuk mendapatkan nilai positif dari kedua metode tersebut. 

4. Project Management dan Change Management

Menurut survey yang dilakukan International Project Management Association (IPMA), tercatat ada sekitar 63 persen organisasi melakukan proyek yang mencakup perubahan-perubahan dalam manajemen mereka. Perubahan memang bukan hal baru bagi sebuah perusahaan. Tiap tahun, mereka mungkin dapat melakukan beberapa, belasan, atau bahkan sampai ratusan perubahan. Mulai dari yang sifatnya penyesuaian kecil di struktur internal, sampai perombakan total pada produk, layanan, pengadaan, strategi marketing, dan lain sebagainya. 

Lalu, apa yang harus anda lakukan sebagai project manager ketika ada perubahan yang terjadi? Ketika ini terjadi, anda bisa mengambil beberapa langkah untuk mengelola proyek anda tetap berjalan baik meski ada berbagai perubahan dalam perusahaan. Contohnya, anda bisa membuat change management plan sebagai bagian dari project plan anda secara keseluruhan. Cara lainnya, anda juga bisa mengimplementasikan metode hybrid dengan menggunakan gaya Agile pada pekerjaan yang sifatnya adaptif dan mudah berubah, dan gaya Waterfall pada pekerjaan yang sifatnya tetap. 

5. Penekanan Pada Soft Skill

Project manager yang baik harus mampu mengantisipasi kebutuhan tim, memahami keinginan untuk membangun motivasi mereka, hingga mengidentifikasi dan meminimalisir hambatan yang mungkin bisa terjadi untuk mencegah ketersendatan dalam proyek. Untuk melakukan hal-hal ini, project manager tentu harus memiliki kemampuan analitis dan soft skill tertentu lainnya untuk menunjang perannya. 

Hal ini karena pekerjaan mereka tidak hanya terbatas pada ruang lingkup pekerjaan di lapangan dan tumpukkan dokumen-dokumennya. Lebih dari itu, project manager harus menyadari bahwa inti pekerjaan mereka terletak pada bagaimana tim memahami sesuatu dan bagaimana anda mengelola mereka untuk memberikan hasil yang maksimal. Jadi, dibanding hanya berfokus pada skill teknis saja, mulailah untuk juga mengasah soft skill yang diperlukan untuk menunjang peran dan pengaruh anda pada kemajuan proyek. 

6. Hubungan Proyek dan Strategi Jadi Lebih Dekat

Dalam cara pandang tradisional, manajemen proyek didefinisikan sebagai sebuah alat yang digunakan organisasi untuk mencapai sebuah tujuan. Baik peluncuran produk atau jasa terbaru, perubahan dalam perusahaan, atau bentuk tujuan lainnya. Di mana, cara pandang ini melihat proyek sebagai kegiatan dengan batas tertentu atau sementara dengan project manager sebagai pemimpinnya. 

Namun, beberapa waktu kebelakang manajemen proyek mengalami pergeseran cara pandang. Kini, manajemen proyek dilihat sebagai bukan hanya alat perusahaan, namun juga sebuah kerangka strategi inisiatif yang lebih luas. Dengan ini, project manager dapat melihat bahwa masing-masing proyek yang berjalan memiliki sebuah keterikatan strategis yang vital untuk kemajuan perusahaan. 

Itu dia ulasan lengkap mengenai project management trend di 2021. Apakah anda sudah siap untuk mengikuti perubahan-perubahan di atas?

Perbaharui selalu informasi terkini tentang manajemen proyek di sini bersama Tomps.id, your project management solution!