Sebelum menunjuk seorang project manager untuk mengepalai sebuah proyek, tentu kita membutuhkan bukti konkret yang menunjukan kapabilitas dan kompetensinya, bukan? Salah satu cara melihatnya adalah melalui sertifikasi project manager yang dimilikinya.

Memang, memiliki sertifikasi project manager bukanlah sebuah kewajiban bagi seorang project manager untuk dapat mengelola project manager. Namun, tidak memilikinya sama saja membuang peluang besar untuk sayap besar karier anda di berbagai ranah industri.

Memiliki sertifikasi membuat para project manager dapat secara sah menunjukan kompetensi dan kapabilitasnya mengelola sebuah proyek. Di mana, mereka dinilai sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan dasar project manager yang mumpuni dan berpeluang besar menyukseskan proyek yang ditanganinya. 

Tak hanya itu, PMI juga menulis bahwa ada peningkatan gaji yang signifikan dikalangan project manager jika mereka telah tersertifikasi Project Management Professional (PMP). Dari catatan respoden survey, dikatakan bahwa rata-rata kenaikan gaji project manager yang memegang sertifikat PMP adalah sekitar 22% dibanding project manager yang belum memilikinya. 

Menariknya, Indonesia yang baru terdaftar dalam survey terbaru PMI ini ternyata masuk dalam urutan ke-2 sebagai negara dengan kenaikan persentase gaji tertinggi untuk project manager yang bersertifikat PMP. Kenaikannya adalah sebesar 80%!

Posisi pertama dipegang oleh Filipina dengan kenaikan gaji hingga 84% untuk project manager bersetifikat PMP. Di posisi ke-3, ada Africa Selatan dan Kolombia dengan kenaikan gaji hingga 42%. 

mitos manajemen proyek

5 Jenis Sertifikasi Project Manager 

1. PMP (Project Management Professional)

Tahu kah anda, PMP Certification adalah salah satu sertifikasi manajemen proyek tertua dan paling terkenal saat ini. PMP garapan PMI (Project Management Institue) pertama kali diluncurkan pada 1984 lalu. PMP berada di peringkat 10 besar dalam Certification Magazine Salary Survey edisi 2015 lalu (PMI.org). Di mana, responden dalam survey ini dilaporkan mendapatkan gaji rata-rata sekitar £50.000 (sekitar Rp973 juta).

Didapuk sebagai salah satu sertifikasi project manager paling bergengsi, hal ini tentu bukan tanpa alasan kuat. Faktanya, project manager yang ingin mengambil sertifikasi ini diharuskan memiliki pengalaman praktis selama minimal 3 tahun di bidang manajemen proyek. Perhitungan ini termasuk jam terbang minimal 4.500 memimpin sebuah proyek. Selain itu, calon peserta sertifikasi ini juga diharuskan sudah mengikuti minimal 35 jam kelas pendidikan manajemen proyek sebelum dapat mengikuti ujian sertifikasi PMP ini. Jika anda belum memiliki pengalaman minimal 4 tahun, maka akan ada persyaratan lebih ketat yang menunggu untuk dipenuhi sebelumnya.

Bagaimana Rincian Ujian PMP?

Dalam ujian PMP ini, peserta akan diminta menjawab 200 soal pilihan ganda dalam jangka waktu sekitar 4 jam. Di mana, para peserta harus menjawab seluruh soal yang ada karena bobot seluruh soal sama dan tidak ada skor negatif untuk jawaban yang salah.Untuk lulus, peserta harus memperoleh skor jawaban benar minimal 75%. Namun, PMI sendiri tidak mengumumkan secara resmi berapa skor minimum untuk dapat lulus dalam sertifikasi ini.

Jika berhasil mendapatkan pemberitahuan lulus, maka peserta akan diminta untuk menyetujui Kode Etik dan Perilaku Profesional PMI. Nantinya, sertifikasi ini akan berlaku selama 3 tahun yang kemudian dapat diperbaharui kembali.

2. PRINCE2 (Projects In Controlled Environments)

Selain PMP, adapun sertifikasi PRINCE2 (Projects In Controlled Environments) yang sudah memiliki popularitas yang luas di seluruh dunia. Jika anda adalah seseorang yang baru terjun sebagai manajer proyek yang baru mengenal industri, atau calon manajer proyek dan memerlukan kredensial di industri ini, maka sertifikasi satu ini akan sangat ideal untuk anda coba. 

Dikeluarkan oleh AXELOS, sertifikasi PRINCE2 memiliki beberapa tingkatan, yakni PRINCE2 Foundation, PRINCE2 Practitioner dan PRINCE2 Professional. Metodologi yang digunakan dalam sertifikasi ini cukup unik dan berbeda dengan PMP yang menekankan pada pengatahuan dasar dan umum dari manajemen proyek. Mengikuti sertifikasi ini akan sangat bermanfaat untuk anda sembari mencicil persyaratan meraih sertifikasi PMP.

Bagaimana rincian ujian PRINCE2?

Ketika mengikuti ujian sertifikasi PRINCE2, para peserta akan diminta mengerjakan 70 pertanyaan pilihan ganda dengan 5 pertanyaan percobaan. Waktu yang diberikan adalah sekitar 60 menit. Untuk dapat lulus dalam ujian ini, para peserta minimal harus mendapatkan 35 jawaban benar dari 70 soal yang diujikan atau 35/70. 

3. CAPM (Certified Associate in Project Management)

Sertifikasi project manager yang populer lainnya adalah CAPM (Certified Associate in Project Management). Melansir dari PMI Today, dikatakan pada Juni 2019 ada sekitar 39.120 pemilik sertifikat CAPM di seluruh dunia. Memang dirancang untuk para entry-level project manager, sertifikat CAPM terbilang memiliki tingkat kesulitan yang lebih rendah daripada PMP. Dengan kata lain, sertifikat CAPM ini ideal untuk para project manager yang masih memiliki pengalaman minim di lapangan namun tetap ingin mendapat nilai lebih lewat kredensial. 

Bagaiman rincian ujian CAPM?

Sama halnya seperti sertifikasi PMP, sertifikasi CAPM juga tidak mengumumkan secara resmi berapa skor minimal yang harus didapatkan peserta untuk dapat lulus. Namun, pihak CAPM mendorong para peserta untuk bisa mendapatkan skor jawab benar minimal 70% dari seluruh soal yang ada. Jumlah soal yang ada dalam sertifikasi ini sendiri berjumlah 150 soal dengan jenis pilihan ganda. Untuk menyelesaikannya, anda akan diberikan waktu selama 3 jam. 

4. CSP (Certified Scrum Professional)

Sedikit berbeda dengan sebelumnya, CSP (Certified Scrum Professional) adalah sertifikasi khusus untuk para scrum master. Ya, CSP adalah sertifikasi terkemuka yang menunjukkan bahwa sang penerimanya telah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni mengenai Scrum, baik pratis maupun teoritis. 

Untuk menerima sertifikasi CSP, anda bukanlah diminta untuk mengikuti ujian seperti 3 jenis sertifikasi sebelumnya. Melainkan, anda harus berhasil menyelesaikan 3 kredensial tingkat awal sebelumnya: Certified Scrum Master (CSM), Certified Scrum Product Owner (CSPO), dan Certified Scrum Developer (CSD). Total, para peserta yang ingin mendapatkan sertifikasi CSP ini harus memiliki setidaknya 70 kelas pendidikan Scrum yang diikuti dan 36 bulan mengelola Scrum yang semuanya dikumpulkan pada 5 tahun terakhir. Tertarik mencobanya?

5. Project+

Di posisi kelima ada sertifikasi project manager bernama Project+. Project + adalah satu-satunya sertifikasi manajemen proyek yang ditawarkan oleh COMPTIA dan dianggap sebagai sertifikasi yang ideal untuk para project manager baru atau calon manajer proyek.

Meskipun sertifikasi ini dianggap sebagai ujian dengan tingkat awal yang cukup mudah, para peserta tetap disarankan agar telah memiliki pengalaman minimal satu tahun dalam berpartisipasi atau mengelola proyek berukuran kecil atau menengah (ukuran proyek ini lebih disukai). Jika para peserta tidak memiliki pengalaman ini, maka mereka setidaknya harus memiliki pendidikan manajemen proyek yang sesuai.

Bagaimana rincian detail proyek dan ujian Project+?

Dalam ujian sertifikasi Project+ ini para peserta akan diminta untuk menjawab sebanyak 100 soal. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan ujian ini adalah sekitar 90 menit. Untuk berhasil memperoleh sertifikasi ini, Project+ mendorong para peserta untuk minimal memperoleh 70 jawaban benar dari 100 soal yang diujikan. 

Selain 5 sertikasi project manager di atas, ada berbagai sertifikasi lainnya yang menarik dan bermanfaat untuk anda ikuti. Seperti sertfikasi AXELOS, ITIL, dan IPMA. Jadi, sudah memutuskan untuk mengikuti sertifikasi apa untuk memperluas karier anda sebagai project manager?

Perbaharui selalu informasi terkini tentang manajemen proyek di sini bersama Tomps.id, your project management solution!